Bijak Belanja Online

BELANJA, tak dipungkiri memiliki sisi menariknya bagi wanita. Bagai candu, belanja mampu membuat wanita bertindak impulsif, hingga terkadang lupa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Maraknya shopping online (belanja via internet) yang dikemas unik, menarik dan praktis, pun tentu saja juga makin memanjakan para wanita.

Dan penyedia jasa shopping online sepertinya tahu benar memanfaatkan kesempatan, ketika orang “tumplek blek” di situs jejaring sosial, seperti Facebook, mereka (penyedia jasa shopping online, red) datang untuk menawarkan barang dagangan. Ya, silaturahmi di jagat maya terjalin kembali, tanpa melupakan tawaran belanja murah nan menggiurkan. Continue reading

Browser Opera Makin Sosial dan Ramah Tablet

OPERA

OSLO, KOMPAS.com – Versi terbaru Opera Mini dan Opera Mobile diluncurkan Selasa (22/3/2011) dengan fitur-fitur baru yang memudahkan pengguna untuk berhubungan dengan layanan jejaring sosial. Perangkat yang mendukung software ini pun makin banyak termasuk tablet yang sedang populer dengan berbagai platform.

Kemampuan scrolling, panning, dan zooming pada kedua software telah ditingkatkan. Misalnya fitur cubit untuk perbesar (pinch to zoom) yang menjadi standar sebuah browser kini didukung penuh.

Nah, ketika pengguna menemukan sesuatu yang menarik di we dan ingin segera berbagi, pada versi terbaru, tersedia fitur tombol berbagi (share). Pengguna akan lebih mudah untuk berbagi di Twitter, di Facebook, vKontakte, atau My Opera Continue reading

Lokalisasi Situs Porno di Domain .XXX Disahkan

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Tak lama lagi banyak situs pornografi punya lokalisasi di internet dengan disetujuinya domain berakhiran .XXX. Nama domain baru ini akan bergabung dengan situs-situs yang selama ini telah kita kenal, seperti .COM atau .ORG.

Akhiran .XXX ini akan dipakai khusus bagi konten bagi orang dewasa yang berbau pornografi. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), sebuah badan yang mengatur sistem penamaan domain di internet, telah memutuskan memakai akhiran .XXX itu pada akhir pekan lalu.

ICANN sebelumnya telah berulang kali menolak memberikan nama situs dengan akhiran .XXX. Sejak tahun 2000, ICANN menolak permohonan tersebut atas desakan kelompok Kristen dan pemerintah yang khawatir terhadap penyebaran pornografi. Para kelompok agama khawatir penamaan itu akan melegitimasi keberadaan pornografi di dunia maya. Continue reading