Soal Olimpiade Matematika SMP (Junior Mathematics Olympiad)

example:

Problem 1

A library has 6 floors. There are 10 000 more books on the second floor than the first. The number of books on the third floor is the same as the number on the second. There are 10 000 fewer books on the fourth floor than the third and twice as many books on the fifth floor as there are on the fourth. On the sixth floor there are 4 000 fewer books than on the fifth. Coincidentally the number of books on the sixth floor is the same as the number on the first. Altogether, how many thousands of books are there in the library? [1 mark]

Answer 1:

Let there be x thousand books on the first floor.
On the second floor there are x + 10 thousand books.
On the third floor there are x + 10 thousand books.
On the fourth floor there are x thousand books.
On the fifth floor there are 2x thousand books.
On the sixth floor there are 2x − 4 thousand books.
Thus we have 2x − 4 = x and so x = 4. The total number of
books, in thousands, is therefore
x + x + 10 + x + 10 + x + 2x + x = 7x + 20= 7 × 4 + 20 = 48.

download soal lengkap di bawah ini:

Australian Junior Mathematics Olympiad

Selain itu juga di link berikut:
1. Download Soal olimpiade Matematika SMP (Australian Junior Mathematics olympiad) 2008-2009
2. Download Soal Olimpiade Matematika SMP tk. Provinsi dan pembahasan

3. Soal Olimpiade Matematika Internasional SMP ( Junior Mathematics Olympiad)

Soal Olimpiade Matematika Internasional SMP ( Junior Mathematics Olympiad)

Berikut soal-soal olimpiade matematika smp yang bisa di unduh :

  1. Western Australian Junior Mathematics Olympiad 2003
  2. Junior Balkan Mathematical Olympiad (JBMO

Tim Pelajar Indonesia Peringkat Dua Olimpiade Matematika

Esqmagazine.com – student of elementary and junior high school  from Indonesia won ranks second in the Junior Olympics Level Mathematics World or International World Youth Mathematics Intercity Competition (IWYMIC) which took place in Durban, South Africa At 5-10 July 2009.

Indonesia sent 12 elementary and junior high students took home 13 bronze medals, 1 silver medal, and 3 merit award or awards for best performance.
Continue reading

Model Pembelajaran Tutor Sebaya

Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. Rentang nilai siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai terlalu mencolok. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain.

Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya. Kuswaya Wihardit dalam Aria Djalil (1997:3.38) menuliskan bahwa “pengertian tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama” Sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru. Itulahsebabnya pembelajaran tutor sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran  matematika.

Hisyam Zaini dalam Amin Suyitno (2004:24) menyatakan bahwa “Metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya.”

Menurut Miller (1989) dalam Aria Djalil ( 1997:3.34) berpendapat bahwa “Setiap saat murid memerlukan bantuan dari murid lainnya, dan murid dapat belajar dari murid lainnya.” Jan Collingwood (1991:19) dalam Aria Djalil (1997:3.34) juga berpendapat bahwa “Anak memperoleh pengetahuan dan keterampilankarena dia bergaul dengan teman lainnya.” Pada pembelajaran menentukan KPK dan FPB misalkan siswa kelas VI akan dibawa pada model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok-kelompok belajar.

Menurut Hisyam Zaini (2001:1) (dalam Amin Suyitno, 2004:34) maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi). Misalnya siswa diberi soal latihan tentukan KPK dan FPB dari pasangan bilangan 24 dan 18, maka segmen materi yang diberikan adalah sebagai berikut. Kelipatan dari 24 adalah : 24, 48,…,…,(diisi oleh siswa) , Kelipatan dari 18 adalah : 18, 36,…,…,(diisi oleh siswa). Faktor dari 24 adalah : …,…,…,(diisi oleh siswa). Faktor dari 18 adalah : …,…,…,(diisi oleh siswa)
  2. Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya
  3. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.
  4. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
  5. Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
  6. Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.

Dari uraian tersebut di atas selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk soal yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam kelompokkelompok kecil. Dengan demikian oleh model pembelajaran ini dalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu antar teman sebaya.

Agar model pembelajaran tutor sebaya mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, Miler (dalam Aria Djalil 1997:2.48) menuliskan saran penggunaan tutor sebaya sebagai berikut.

a. Mulailah dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai.

b. Jelaskan tujuan itu kepada seluruh siswa (kelas). Misalnya : agar pelajaran matematika dapat mudah dipahami.

c. Siapkan bahan dan sumber belajar yang memadai.

d. Gunakan cara yang praktis.

e. Hindari kegiatan pengulangan yang telah dilakukan guru.

f. Pusatkan kegiatan tutorial pada keterampilan yang akan dilakukan tutor.

g. Berikan latihan singkat mengenai yang akan dilakukan tutor.

h. Lakukanlah pemantauan terhadap proses belajar yang terjadi melalui tutor sebaya.

i. Jagalah agar siswa yang menjadi tutor tidak sombong.

dari berbagai sumber diantaranya:

Suyitno Amin. 2004. Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Matematika. Bahan Ajar
S1 Program Studi Pendidikan Matematika
. Semarang : UNNES.