Kecanduan Pornografi Lebih Merusak Otak Daripada Narkoba

——————————————————————–

Jakarta, Kecanduan pornografi belakangan menjadi isu besar di Indonesia. Kecanduan ini sering terabaikan, padahal dampak yang ditimbulkan kecanduan pornografi lebih besar ketimbang kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi merupakan tren baru masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak luas dan dalam waktu singkat dapat merusak tatanan psikososial masyarakat.

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya.

“Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak. Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi ketimbang pacandu narkoba,” ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara ‘Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi’ di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Menurut Dr Mark, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak.

Kerusakan bagian otak ini akan membuat prestasi akademik menurun, orang tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.

Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem dan kemudian mengecil dan rusak.

“Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa memenuhi ‘kebutuhan’ barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun dimanapun, bahkan melalui handphone. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati ketimbang adiksi narkoba,” jelas Dr Mark yang juga Kepala Edukasi & Training Officer for Candeo, perusahaan riset, teknologi dan pelatihan untuk penyembuhan adiksi secara online yang berpusat di Amerika Serikat.

Dr Mark mengatakan pornografi merupakan adiksi baru yang tidak tampak pada mata, tidak terdengar oleh telinga, namun menimbulkan kerusakan otak yang permanen bahkan melebihi kecanduan narkoba.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan dan pengawasan dari semua kalangan, khususnya untuk anak-anak, remaja dan dewasa muda, agar bisa terhindar dari bahaya kecanduan baru, yaitu pornografi.

sumber: detikhealth.com
__________________

Identitas Pengakses Video Porno Diumbar di Internet

Daftar identitas pribadi ribuan pengakses situs porno yang kerap membajak video-video porno dan saling berbagi video, kini beredar di Internet. Setidaknya ada sekira 5.300 username yang kerap mengakses situs porno dan kesemuanya adalah pelanggan layanan internet Sky.

Identitas Pengakses Video Porno Diumbar di Internet

LONDON – Daftar identitas pribadi ribuan pengakses situs porno yang kerap membajak video-video porno dan saling berbagi video, kini beredar di Internet. Setidaknya ada sekira 5.300 username yang kerap mengakses situs porno dan kesemuanya adalah pelanggan layanan internet Sky. Continue reading

Foto Adegan Seks Ayu Azhari Mendadak Beredar!

Adhie Ichsan – detikhot

Gambar

Jakarta Ketika Ayu Azhari hendak berkompetisi di Pilkada Sukabumi, ibu enam anak itu mendapat ujian. Foto-foto Ayu sedang melakukan hubungan intim dengan pria bule beredar di internet.

Foto-foto itu diduga sebagai upaya menjegal langkah Ayu maju di Pilkada Sukabumi atau populer disebut black campaign. Ada lima foto yang beredar luas.

Empat foto diduga berasal dari cuplikan film ‘Without Mercy’ (1995) yang pernah dimainkan oleh Ayu. Di foto-foto itu Ayu tampak sedang melakukan adegan hubungan seks dengan seorang pria bule.

Adegan syur itu dilakukan di dalam jacuzzi atau bak mandi air panas. Sebagian tubuh Ayu dan pria bule itu tertutup busa sabun. Namun payudara Ayu tampak jelas. Keempat foto itu menunjukkan sudut gambar yang berbeda-beda.

Lalu di foto yang kelima terlihat Ayu sedang dugem dengan beberapa kerabatnya. Yang menjadi pusat perhatian foto kelima ialah celana dalam Ayu yang ngintip saat dirinya sedang duduk.

Tak hanya foto-foto, ada pernyataan yang menyertai gambar-gambar itu. Pernyataan itu mempertanyakan agama yang dianut oleh Ayu. Dalam pernyataan itu Ayu disebutkan tidak pantas mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Sukabumi.

Bagaimana pendapat Ayu Azhari?

(fjr/hkm)