AS Ujicoba Antisipasi Perang Cyber

Gara-gara ancaman virus Stuxnet, pemerintah AS langsung mengumpulkan ribuan hacker untuk membantu mengamankan fasilitas negara.

AS Ujicoba Antisipasi Perang Cyber

VIRGINIA – Gara-gara ancaman virus Stuxnet, pemerintah AS langsung mengumpulkan ribuan hacker untuk membantu mengamankan fasilitas negara. Continue reading

Meriam Terbang Terbesar Yang Berjuluk ‘Malaikat Maut’

Namanya cukup menakutkan, yaitu ‘Malaikat Maut’. Ini adalah sebuah pesawat Hercules AC-130 yang dilengkapi meriam besar.
Dengan perlengkapan artileri tersebut, ‘Malaikat Maut’ muncul sebagai senjata terbaru yang sangat mematikan. Alat ini sudah dimiliki pasukan khusus AS dan Inggris dan dipakai untuk menghadapi kegigihan para pejuang Taliban.
‘Malaikat Maut’ mampu terbang di angkasa dengan stabil sekaligus memuntahkan peluru dari meriam Howitzer 105mm tanpa kesulitan dan meratakan target dari jarak sekitar 1.200 meter. Menukik dari ketinggian 2000 kaki hingga mencapai 80 kaki di atas pusat pertempuran, pesawat ini bisa menembakkan sekitar sepuluh selongsong peluru tiap menitnya dari meriam Howitzer-nya.
Selain itu di dalam pesawat juga terdapat meriam Gattling yang mampu memuntahkan sekitar 7.500 selongsong setiap 60 detik dan menjadikan pesawat ini sebagai senjata udara paling mutahir. Begitu kamera yang terletak di badan pesawat mengunci target, maka koordinat target akan terpampang di komputer pesawat dan sang malaikat pun siap melepaskan muatan mematikan yang dibawanya.
Untuk memperkecil kejutan dan mencegah pesawat Hercules ini terpental ketika Howitzer ditembakkan, senjata ini ditempatkan didalam semacam trek yang dipatri di badan dalam pesawat.
Usai menembakan peluru, meriam Howitzer ini kembali ke posisinya di trek berkat adanya bantalan hidrolik dan siap untuk diisi ulang. Ketika kontak dengan target, peluru tersebut bisa menghancurkan gedung-gedung dan menyebarkan pecahan peluru di zona target yang mencakup sekitar 1.5 kilometer.
Dalam perang di Afghanistan, mesin perang ini ikut dikerahkan untuk menyebarkan teror kepada para musuh-musuh AS dan Inggris. Pada operasi pesawat hercules ini yang terbaru, pasukan khusus Inggris terbang bersama kompatriot mereka asal AS untuk membantu menunjukan posisi musuh-musuh dan, mengutip seorang tentara, “memberikan neraka” bagi para pejuang Taliban.
‘Malaikat Maut’ secara total dioperasikan oleh 12 anggota kru. Ada lima perwira yang dibantu oleh tujuh staff dengan kemampuan khusus. Pesawat ini memiliki kemampuan untuk tetap berada di udara selama 12 jam dan saat ini masih merupakan senjata udara terbesar di dunia. Kru pesawat ini bisa membawa serta ribuan selongsong peluru meriam Howitzer dengan berat sekitar 20 kg per peluru.
Selain mampu menembak sasaran dengan akurasi yang sangat tinggi, meriam howitzer yang diinstal di pesawat ini juga memiliki sensor tingkat tinggi untuk melindunginya dari serangan misil musuh. Ketika beroperasi, pesawat ini bisa membawa sekitar 10 ton amunisi yang siap untuk ditembakan kepada para pejuang Taliban. 

faktor penyebab Indonesia sulit tegas terhadap Malaysia

Ada analisis menarik dari pengamat militer Universitas Indonesia, Andy Wijayanto, mengenai kemungkinan terjadinya perang terbuka antara Indonesia dan Malaysia di daerah konflik perairan Blok Ambalat. Bila Jakarta mengumumkan perang terbuka dengan negara tetangga kita itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memperhitungkan aliansi negara yang akan mendukung negeri jiran tersebut dalam konfrontasi.
Andy mengungkapkan, Malaysia memiliki sistem aliansi pertahanan dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru. Aliansi itu disebut sebagai Five Power Defense Agreement (FPDA). Salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya.
“Malaysia tinggal meminta klausul itu diaktifkan. Bila disepakati, berarti negara kita harus siap berperang juga dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru yang mempunyai kekuatan tempur jauh lebih kuat dan canggih,” jelasnya setelah diskusi tentang RUU Pertahanan dan Keamanan.
Dari situs resmi British High Commission, Kuala Lumpur, diketahui bahwa FPDA berdiri pada 1971 sebagai lembaga konsultasi dan antisipasi serangan terhadap Singapura serta Malaysia. Saat peringatan 30 tahun FPDA pada November 2001, kelima negara anggotanya sepakat membentuk suatu kerja sama jangka panjang. Salah satunya, perjanjian saling dukung bila ada negara anggotanya yang diserang negara lain. Tahun ini, FPDA memfokuskan tinjauannya pada maritime security. Dengan fokus tersebut, kemungkinan empat negara lainnya untuk mendukung Malaysia dalam konfrontasi dengan Indonesia menjadi lebih besar.
Tidak itu saja. Bila dalam konfrontasi nanti negara kita berhadapan dengan Inggris, negara tersebut sangat mungkin meminta artikel lima NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) diaktifkan. Artikel lima NATO serupa dengan klausul perjanjian FPDA yang intinya menyatakan, serangan yang dialami salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara anggota lainnya dan harus dihadapi bersama. Sehingga, konfrontasi dengan Malaysia bisa melebar serta membuat Indonesia harus berhadapan dengan negara-negara anggota NATO.
“Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah yang harus diperhitungkan masak-masak oleh Presiden SBY sebelum mendeklarasikan konfrontasi dengan Malaysia. Rakyat pun harus memahami hal ini supaya tidak gelap mata mendesak perang dengan Malaysia,” tegas Andy.
selain itu sy mengambil perbandingan antara angkatan Militer Malaysia dan Indonesia
~MALAYSIA~
Militer Negeri Jiran itu bernama Tentara Diraja Malaysia. Pada awal pembentukannya, peralatan militer buatan Inggris banyak dipakai negara ini. Kini mereka menggunakan peralatan dari sejumlah negara, termasuk pesawat buatan Indonesia.

1. Kapal Perang
– Satu kapal penyelam dilengkapi meriam 20 mm
– Dua kapal cepat pengangkut pasukan
– Empat kapal patroli buatan Prancis ber-rudal Exocet MM38 dan meriam Bofors
– 24 kapal perang yang berpangkalan di empat tempat: Lumut, Sandakan Sabah, Kuantan, dan Labuan. KD Kerambit yang berada di sekitar Ambalat merupakan salah satu kapan yang berpangkalan di Sandakan, Sabah.
– Dua kapal patroli buatan Korea Selatan yang dilengkapi meriam 100 mm Creusot Loire, 30 mm Emerlac, dan senjata penangkis antikapal selam. Kapal ini berpangkalan di Kuantan/
– Empat kapal buatan Swedia dilengkapi rudal MM38 Exocet, 57 mm Bofors, dan 40 mm Bofors berpangkalan.
– Empat kapal Frigate, dua di antaranya dibeli bekas dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
– Enam kapal Corvette buatan Jerman – Empat kapal patroli penangkis ranjau buatan Italia
– Dua kapal Multi Purpose Command and Support Ship buatan Jerman dan Korea Selatan
– Satu kapal Sealift
– Dua kapal Hydro
2. Pesawat Tempur
– F-5 E – Hawk MK108 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
– Hawk MK-208 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
– Delapan F/A-18D berpangkalan di Alor Setar
– Mig-29 berpangkalan di Kuantan
– SU-30 berpangkalan di Kuantan
– F-28 berpangkalan di Kuala Lumpur
– Falcon berpangkalan di Kuala Lumpur – Beech 200T berpangkalan di Kuala Lumpur
– C-130H berpangkalan di Kuala Lumpur
– CN-235 berpangkalan di Kuala Lumpur
– S61A-4 berpangkalan di Kuala Lumpur, Kuching, dan Labuan
– AS61N-1 berpangkalan di Kuala Lumpur
– S70A-34 berpangkalan di Kuala Lumpur Personel
3. Jumlah prajurit semua angkatan: 196.042 (2002)
– Anggaran militer per tahun: US1,69 triliun (2,03 persen GDP)
~INDONESIA~
Embargo pembelian peralatan militer dari Amerika membuat rontok sejumlah peralatan militer Indonesia. Pesawat tempur terbaru, Sukhoi SU-27 SK dan SU-30 MK buatan Rusia, pun masih ompong tak punya senjata. Adapun dari 12 pesawat tempur “andalan”, F-16, dua di antaranya sudah jatuh dan hanya delapan siap terbang.
1. Pesawat dan Heli
– Delapan Hawk MK 109 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
– 32 Hawk MK 209 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
– Enam CN235 berpangkalan di Halim
– Delapan F27-400M berpangkalan di Halim
– SF260MS/WS berpangkalan di Halim
– B707-3MIC
– Tujuh pesawat F27-400M
– F28-1000/3000
– L100-30
– C-130H-30 berpangkalan di Halim
– NAS332L1
– L100-30
– EC-120B
– 12 unit Heli Bell 47G-3B-1 berpangkalan di Kalijati
– Lima F-16A berpangkalan di Madiun
– Lima F-16B berpangkalan di Madiun
– F-5E berpangkalan di Madiun
– F-5F berpangkalan di Madiun
– Hawk Mk53 berpangkalan di Madiun
– dua Su-27SK berpangkalan di Makassar
– dua Su-30MK berpangkalan di Makassar
– NC212M-100/200 berpangkalan di Malang
– Ce 401A berpangkalan di Malang
– Ce 402A berpangkalan di Malang
– 10 Pesawat Bronco OV-10F di Malang Kapal Perang
– 114 armada berbagai jenis (sepertiganya untuk operasi rutin, sepertiga untuk latihan, dan sisanya untuk pemeliharaan) Personel
2. Jumlah prajurit (semua angkatan): 250 ribu orang
Anggaran militer per tahun: US$ 1 triliun (1,3 persen GDP)
inilah beberapa alasan yang mendasari bangsa ini tidak bisa bersifat tegas apa lagi menyatakan perang terhadap Malaysia..apakah dengan hanya sebuah alasan itu kita membiarkan KEDAULATAN kita dipermainkan oleh Malaysia..?pertanyaan besar buat kita SAMPAI KAPAN..??

source: http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/inilah-alasan-mengapa-indonesia-tidak.html