Minyak Ikan Diperkirakan Sembuhkan Sakit Jantung

akarta (ANTARA) — Asam lemak Omega-3 yang terdapat pada ikan tertentu bukan hanya mencegah sakit jantung dan urat darah, tapi bahkan mungkin membantu mengobatinya, demikian hasil studi baru.

Studi tersebut, yang disiarkan di dalam “Journal of American College of Cardiology” terbitan Agustus, melibatkan empat percobaan dengan hampir 40.000 peserta yang memperlihatkan manfaat dari asam lemak Omega-3 dalam pencegahan awal penyakit jantung dan urat darah, dalam pengobatan setelah serangan jantung dan, yang paling akhir, pada pasien gagal jantung.

Studi itu mengutip bukti epidemiologi yang memperlihatkan bahwa penduduk seperti orang Asia dan Eskimo Alaska, yang makanan mereka kaya akan minyak ikan, mengalami sedikit peristiwa penyakit jantung dan urat darah.

“Banyak orang mengetahui bahwa asam lemak Omega-3 sangat baik, dan bahan itu berada di dalam makanan yang sehat atau bergizi,” kata penulis studi tersebut, Carl L. Lavie, Direktur Medis Pencegahan dan Rehabilitasi Jantung di Ochsner Clinic di New Orleans.

“Mereka tak menyadari ada begitu banyak data, sangat banyak data dari berbagai studi besar, bahwa semua itu bukan hanya bersifat mencegah tapi juga membantu dalam pengobatan sejumlah keadaan, seperti denyut tak beraturan dan cepat pada serat otot jantung dalam percobaan serangan jantung, atherosclerosis –penyakit karena terjadinya penimbunan plak di dalam pembuluh darah, dan gagal jantung.”

“American Heart Association” telah mensahkan asupan asam lemak Omega-3, dari ikan atau pelengkap, dan menyarankan konsumsi jumlah tertentu asam lemak Omega-3 per hari buat orang pada umumnya, sementara asupan yang lebih besar disarankan buat orang yang memiliki sakit jantung.

Namun perhimpunan tersebut menyatakan asupan Omega-3 mesti dikonsumsi hanya setelah berkonsultasi dokter, karena terlalu banyak mengkonsumsi Omega-3 dapat mengakibat pendarahan besar pada sebagian orang.

“Buat masyarakat pada umumnya, konsumsi Omega-3 mestinya tak lebih dari 500 miligram per hari,” kata Lavie sebagaimana dikutip kantor berita resmi China, Xinhua. “Jika anda memiliki sakit jantung, asupan itu mesti 800 sampai 1.000 miligram per hari.”

Tak banyak upaya diperlukan bagi sebagian besar orang untuk mencapai asupan yang disarankan, kata Lavie. “Lima ratus miligram per hari adalah dua porsi ikan berlemak setiap pekan,” katanya.
Recommend

sumber : http://forum.detikhealth.com/minyak-ikan-diperkirakan-sembuhkan-sakit-jantung-t114043.html

Advertisements

9 Pengobatan Paling Aneh

Jakarta, Pengobatan suatu penyakit memang tidak hanya sebatas menggunakan obat-obatan medis semata. Beberapa pengobatan aneh telah dikenal oleh masyarakat selama bertahun-tahun.

Tak sedikit pengobatan non-medis yang masih dipercaya dan dilakukan oleh masyarakat dunia. Pengobatan ini kadang bisa terbilang aneh dan tidak masuk akal. Beberapa diantaranya ada yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Berikut ini beberapa pengobatan aneh yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (10/6/2011) yaitu:

1. Bulu burung merak yang diikatkan pada kaki bisa menyembuhkan racun (bisa) ular yang mematikan.

  Continue reading

Pemicu Serangan Jantung yang Ditemui Sehari-hari

Jakarta, Berbagai pemicu serangan jantung sebenarnya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kopi hingga polusi udara. Besarnya peningkatan risiko serangan jantung berbeda-beda tergantung pemicunya dan inilah perbandingannya.

Peningkatan risiko serangan jantung berdasarkan pemicu umum yang bisa ditemukan di lingkungan sehari-hari adalah antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com, Rabu (16/3/2011).

1. Kopi
Efek kafein adalah memacu kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke otot, sehingga meningkatkan tekanan darah. Pecandu kopi rata-rata 1,5 lebih rentan mengalami serangan jantung dalam waktu 1 jam sesudah minum kopi.

2. Alkohol
Alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga beban jantung meningkat. Peminum alkohol 3 kali lebih berisiko mengalami serangan jantung dalam waktu 12 jam sesudah minum minuman alkohol.
Continue reading

Kemiri Menyehatkan dan Melebatkan Rambut

Masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan minyak biji kemiri sebagai penumbuh dan penyubur rambut. Bila teratur mengoleskan minyak kemiri ke kulit kepala, rambut akan tumbuh sehat, tebal, dan berkilau.

Buah kemiri (Aleurites moluccana) juga diyakini berkhasiat mengobati buang air besar yang berdarah, diare, disentri, sakit perut, sembelit, demam, sariawan, dan sakit gigi. Continue reading

26 Khasiat Jeruk Nipis

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam.

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor. Bisa juga sebagai campuran jamu.

Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan. Continue reading

Turunkan Kolesterol dengan Jeruk Bali

Jeruk bali bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan pektinnya lebih banyak dibandingkan dengan jeruk jenis lain. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.

Hampir semua orang kenal jeruk bali. Rasa dan bentuknya khas. Kulitnya sering dimanfaatkan anak-anak di pedesaan sebagai bahan baku mobil-mobilan. Daging buahnya yang segar dan banyak mengandung air bisa langsung dimakan setelah dikupas atau sebagai campuran salad maupun rujak. Continue reading

Bagaimana Bakteri Berkomunikasi Sebelum menyerang Inangnya


Sebelum melakukan serangan ke tubuh manusia bakteri akan melakukan percakapan dulu. Sekumpulan organisme kecil akan ngobrol terlebih dahulu menentukan target yang akan dimasukinya di luar atau dalam tubuh manusia.Bakteri memiliki percakapan seperti bisik-bisik untuk menghitung jumlahnya sebelum mencoba melakukan serangan terhadap organisme tuan rumahnya. Mikroorganisme ini bisa berada di kulit atau dalam organ tubuh lainnya.

“Jika bakteri bekerja secara individu, maka dampak terhadap lingkungannya akan kecil. Karenanya bakteri selalu membentuk koloni sehingga bisa menimbulkan dampak tersendiri bagi tubuh,” ujar Bonnie Bassler, seorang profesor biologi molekuler dari Princeton University, seperti dikutip dari LiveScience,

Bakteri berkomunikasi dengan menggunakan bahan kimia, yaitu melepaskan molekul kecil ke dalam media di sekitarnya yang dapat dideteksi melalui reseptor pada permukaan sel bakteri lainnya.

Ketika sejumlah sinyal molekul ini tercapai, maka masing-masing individu dari bakteri ini sudah mengetahui bahwa teman-teman didekatnya sudah memulai suatu tindakan. Proses ini dikenal sebagai penginderaan quorum.

Penginderaan quorum ini digunakan oleh bakteri virulen (bakteri jahat) untuk menginfeksi inangnya, misalnya bakteri Vibrio cholerae,– yang menyebabkan penyakit kolera–, mengandalkan penginderaan quorum untuk mengkoordinasikan penyerangan ke tubuh inangnya. Selain itu komunikasi ini juga dilakukan mikroba lainnya untuk tindakan terkoordinasi yang lebih ramah.
Jenis penginderaan quorum yang dilakukan tiap bakteri kadang berbeda-beda, misalnya bakteri Vibrio fischeri menggunakan alat komunikasi berupa cahaya yang bisa dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Jika jumlahnya sudah memadai, maka bakteri ini akan berkumpul untuk membuat cahaya yang lebih terang.

“Dengan mengetahui bagaimana bakteri ini berkomunikasi, maka bisa membantu para ilmuwan untuk merancang jenis antibiotik baru. Obat-obatan ini diharapkan bisa menghalangi pelepasan sinyal molekul sehingga menghambat kemampuan bakteri untuk berbicara atau mendengar,” ungkap Bassler.

Dengan cara ini bakteri tidak akan pernah tahu apakah jumlahnya sudah cukup atau belum untuk melepaskan racun, sehingga infeksi bisa dihindari.

source:http://batbitunik.blogspot.com/2010/06/ternyata-bakteri-bisa-mengobrol-juga.html