Muslim attitudes toward HIV / AIDS

HIV / AIDS is a contagious disease that is dangerous, where he has threatened human existence in the world and can happen to anyone regardless of age and profession. Therefore, HIV / AIDS assessed as Al-Dhaar Al-‘Amm (global risk)

Euthanasia

Euthanasia is not justified for AIDS patients, both passive and aktif30 euthanasia. As dalildalilnya are:

Life and death are in God’s hands.

Word of God Almighty that means:

“God who made the dead and alive, so he tests you, whoever among you a better charity” (Al-Mulk: 2)
Continue reading

MATHEMATICAL MIRACLES OF THE QUR’AN

NUMEROLOGICAL CALCULATIONS (ABJAD) IN THE QUR’AN

Every letter in the Arabic alphabet has a numerical (gematrical) value. In other words, in Arabic every letter stands for a number. A number of calculations can be made from this basis. These are referred to as numerological (abjad) calculations or “hisab al-jumal.”239 Muslims who took advantage of the fact that every letter of the alphabet represents a number have used this in a number of fields. Ilm’ul Jafr is one of these.

Jafr is the science of foretelling what is likely to happen in the future. One of the methods employed by people who engage in this is to compare symbolic forms and letters’ numerological values. The main difference between “abjad” and “jafr” methods is that the former refers to what has already taken place and the latter to what is likely to take place in the future.240

This method of calculation is a form of writing which goes back several centuries and which was widely used before the revelation of the Qur’an. Everything which happened in Arab history was written down by attributing numerical values to letters thus the date of every event was recorded. These dates were obtained by adding up the particular numerical values of every letter employed.

When certain verses of the Qur’an are examined in the light of the “abjad” method, we see that a number of dates emerge which are fully in accordance with the meanings of those verses. When we see that things referred to in these verses actually happened on the dates obtained by this method, we understand that there is a secret indication regarding those events in the verses. (Allah knows best.)

The 1969 Moon Landing is Indicated in the Qur’an

    The Hour has drawn near and the moon has split. (Qur’an, 54:1)

    The Arabic word “inshaqqa” (split) used in the above verse is derived from the word “shaqqa,” which can also be used to mean “causing something to rise, ploughing or digging the soil”:

    We pour down plentiful water, then split the earth into furrows. Then We make grain grow in it, and grapes and herbs and olives and dates and luxuriant gardens and orchards and meadows.
    (Qur’an, 80:25-31)

As we can see, the word “shaqqa” in the above verse is not being used in the sense of “dividing into two” but of “slicing through the soil, reaping various crops.” When evaluated in this sense, the meaning of the word “shaqqa” in the expression “the moon has split” (Qur’an, 54:1) can also be seen to be referring to the 1969 moon landing and the studies performed on the moon land. (Allah knows best.) In fact, there is another very important indication here: Some of the “abjad” values of certain words in this verse in Surat al-Qamar also point to the figure 1969. Continue reading

The uniqueness of Islam and Cultural Java Interactions [1]

By: Prof.. Dr. Simuh

(Launched at the Seminar on Islamic Influence On Culture of Java, 31 November 2000)

From the description in passing on the front, imagine that there is no significant clash between Islam and Javanese culture. Even between the two sides seem to support each other and need each other. The Islamic missionaries who generally led the Sufis do not have the science to govern and do not want to take the government from the hands of Javanese kings.

They just need protection or assistance from the government. Similarly, the kings of Java really need the support of Muslims since the end of the Majapahit kingdom has been a real strength. For public boarding school, religion is the value of the number one and everything; instead of rulers and supporters of Javanese culture literature, position and political power are the number one and everything.

For supporters of the literary culture centered Kejawen environment Javanese kingdoms in the interior area, religion is number two. What religion does not matter as long as you used to strengthen their position and their political power. So after Sultan Agung pesisiran empire broke the pesantren community support, quickly realized the need to set a cultural strategy to connect the two cultural environments. Cultural environment, namely the literary culture of the pesantren with Arabic religious and cultural environment with literary Kejawen Javanese culture centered in the palace environment Javanese kingdoms. Strategies for and incorporate Islamic elements in the center of Javanese culture in Javanese culture change begins with the calculation based on the Saka year journey of the sun, the calculations are based on Java-year-month journey, and adapted to the calculation Hijri. Weekly Islamic consisting of seven days, integrated with Java Weekly consisting of five daily, the Wage Monday, Tuesday Kliwon, and so on. Thus the name of the months of Java tailored to the Islamic month names, the Sura, Mulud, and so on. Continue reading

Kematian Aneh Ratusan Ilmuwan Dunia

Sejak dua dekade terakhir, ratusan ilmuwan dan orang-orang jenius dunia menemui ajal dengan cara yang janggal. Dalam tulisan pertama sudah disinggung sedikit apa-apa saja yang menyebabkan kematian mereka.

Tulisan ini hanya membatasi siapa saja ilmuwan dan orang jenius dunia yang tewas sejak dari tahun 1990-an hingga 2009. Inilah nama-nama ilmuwan yang tewas yang sempat dicatat oleh berbagai suratkabar dunia (pemberitaannya sangat kecil) dan juga berbagai situs yang dikelola aktivis anti globalis:

Doktor Jose Trias (Meninggal dibunuh 19 Mei 1994). Doktor Trias dan istrinya dibunuh di rumah mereka sendiri di Chevy Chase, Maryland AS. Sebelum kematian mendatanginya, Trias bertemu dengan seorang wartawan sahabat mereka dan menceritakan jika mereka akan mengekspos tindakan kriminal dari HHMI (Howard Hughes Medical Institute) yang menjadi donatur sejumlah penelitian ilmiah yang ditujukan untuk operasi-operasi rahasia “hitam” (Black Ops research).

Doktor Jawad Al Aubaidi (Meninggal di Irak tahun 1994). Al Aubaidi merupakan seorang dokter kelahiran Irak lulusan Cornell University. Dia direkrut untuk memimpin proyek penelitian Biowar Mycoplasma, di mana salah satu proyeknya adalah memberi muatan dari gerakan super cepat dari Mycoplasma Missles dengan Strain. Berita di berbagai suratkabar menyebutkan Doktor Ubaidi dibunuh oleh Mossad dengan menabrakkan sebuah truk saat Ubaidi tengah turun dari mobil untuk mengganti bannya yang kempes di tepi jalan.

Doktor Tsunao Saitoh (Meninggal 7 Mei 1996 dalam usia 46 tahun). Doktor Saitoh merupakan salah seorang pakar di bidang protein abnormal dalam kasus Alzheimer. Tanpa sebab yang jelas, dia ditembak mati bersama dengan anak perempuannya, di LaJolla, California.

Profesor Jonathan Mann (Meninggal September 1998, di usia 51 tahun). Jonathan Mann menjabat sebagai Direktur pendiri Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk program AIDS-Global dan mendirikan Proyek SIDA di Zaire. Proyek ini sangat komprehensif dalam upaya penelitian AIDS di Afrika pada waktu itu. Pada tahun 1986, Jonathan Mann bergabung dengan WHO untuk memimpin respon global melawan AIDS. Dia menjadi direktur program global WHO pada AIDS yang kemudian menjadi program UNAids. Dia juga kemudian menjadi Direktur Francois-Xavier Bagnoud Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia, yang didirikan di Harvard School of Public Health pada tahun 1993. Pada awal tahun 1998, dia menimbulkan kontroversi ketika dengan terbuka dia menuding US National Institutes of Health telah melanggar hak asasi manusia dengan menyengaja tidak bertindak cepat untuk mengembangkan vaksin AIDS. Dia tewas di dalam pesawat dalam Penerbangan Swissair 111 di Kanada.

Elizabeth A. Rich, MD (Meninggal 10 Juli 1998, dalam usia 46 tahun). Dia adalah asisten senior profesor di Department of Medicine, University Hospitals CWRU dan dari Cleveland. Selain itu, dia juga seorang anggota komite eksekutif untuk Pusat Penelitian AIDS dan Bio-safety yang emiliki akses tingkat 3 pada fasilitas laboratorium khusus penanganan HIV, TB, dan penyakit lainnya. Elizabeth A. Rich tewas dalam suatu kecelakaan lalu lintas saat mengunjungi keluarganya di Tennessee.

Profesor Sidney Harshman (Meninggal 25 Desember 1997, dalam usia 67 tahun). Harshman merupakan pakar di bidang mikrobiologi dan imunologi, dan seorang spesialis langka di bidang Alfa-Stafilokokal Poison. Dia tiba-tiba diketemukan meninggal dunia dan pernyataan resmi menyebutkan diakibatkan oleh komplikasi diabetes.

Markus Purdey, seorang pengacara berani yang tengah mengusut kasus sapi gila. Dia tewas dalam satu kecelakaan lalu lintas misterius dan rumahnya dibakar habis, dipercaya untuk menghilangkan sejumlah arsip penting yang berisi bukti-bukti tentang keterlibatan lembaga penting dalam kasus sapi gila.

Dr C. Bruton, seorang spesialis Creutzfeldt-Jakob (CJD) yang langka di dunia. Bruton tewas dalam satu kecelakaan mobil sebelum karyanya yang akan mengejutkan publik terkait CJD dipublikasikan dalam sebuah acara seminar.

Doktor Linda Reese (Meninggal 25 Desember 2000, dalam usia 52 tahun). Beberapa hari setelah mempelajari sampel dari Tricia Zailo, 19, seorang mahasiswa tingkat dua di Michigan State University, Linda Reese meninggal dunia. Tricia Zailo sendiri sebelumnya meninggal pada 18 Desember 2000. Doktor Reese merupakan seorang ahli mikrobiologi.

Doktor Mike Thomas (Meninggal 16 Juli 2000, pada usia 35 tahun). Beberapa hari setelah memeriksa sampel yang diambil dari seorang gadis berusia 12 tahun yang didiagnosis mengidap meningitis, Doktor Thomas menemui ajal. Gadis itu sendiri selamat. Thomas merupakan seorang ahli mikrobiologi di Crestwood Medical Center di Huntsville.

Walter W. Shervington, MD (Meninggal 15 April 2000, pada usaia 62 tahun). Dia meninggal dunia dengan sebab penyakit kanker di Tulane Medical Hospital. Shervington merupakan seorang penulis yang angat detail, juga seorang dosen sekaligus peneliti tentang kesehatan mental dan AIDS di African-American Society.

Doktor Jeffrey Paris Wall (Meninggal 6 November 2001 dalam usia 42 tahun). Mayatnya ditemukan tergeletak di lantai tiga areal parkir di kantornya. Dia pernah belajar di University of California, Los Angeles. Wall adalah seorang ahli biomedis yang mengkhususkan diri dalam bidang paten dan kekayaan intelektual.

Lima Pakar Mikrobiologi yang tidak diumumkan namanya pada 4 Oktober 2001 tewas dalam “kecelakaan” pesawat udara. Sebuah rudal menghancurkan pesawat mereka yang tengah berada di atas Laut Hitam dekat perbatasan Rusia. Mereka sedang dalam perjalanan dari Israel ke Rusia (Novosibirsk) untuk suatu kepentingan yang tidak diumumkan. Novosibirsk merupakan rumah bagi ilmuwan Siberia. Di daerah ang hanya dihuni 2,5 juta orang terdapat lebih dari 50 fasilitas riset di sana dan 13 universitas.

Profesor Janusz Jeljaszewicz (Meninggal 7 Mei 2001). Penyebab kematiannya tidak diungkapkan. Profesor Jeljaszewics merupakan seorang ahli Staphylococcus dan Infeksi stafilokokus.

David W. Barry (Meninggal 28 Januari 2002, pada usia 58 tahun). Asisten senior profesor yang telah menemukan AZT, obat antivirus pertama pengobatan yang efektif untuk AIDS. Penyebab kematiannya tidak diumumkan.

Doktor Benito Que (Meninggal pada 6 Desember 2001 setelah sempat koma saat ditemukan pada tanggal 12 November 2001, usianya 52 tahun). Doktor Que yang merupakan seorang ahli Bilologi Sel dan terlibat aktif dalam riset meneliti onkologi hematologi mengalami tindak kriminal berupa penjambretan dan koma. Tubuhnya ditemukan di jalan dekat laboratorium tempatnya bekerja di University of Miami Medical School. Namun yang mencurigakan, pihak keamanan menyebutkan jika kematian Doktor Que bersifat alami karena serangan jantung.

Doktor Vladimer Pasechnik (Meninggal 23 Desember 2001 dalam usia 64 tahun). Dia ditemukan tewas di Wiltshire, Inggris, sebuah desa di dekat rumahnya namun dengan pelaporan dua tanggal yang berbeda: 21 November dan 23 Desember 2001. Doktor Pasechnik termasuk salah satu ilmuwan Rusia yang membelot ke Inggris dan menjadi pakar nomor wahid dari apa yang disebut dalam program senjata biologis. Dia juga terlibat dalam peneliian tentang wabah Flu tipe A. Doktor Christopher Davis dari Virginia menyatakan bahwa penyebab kematian adalah stroke. Doktor Davis adalah anggota intelijen Inggris yang mendampingi Doktor Pasechnik pada saat pembelotannya. Doktor Pasechnik juga terlibat dalam riset tentang Anthrax yang didanai CIA. (bersambung/ridyasmara) [nb. Foto di atas merupakan foto Dr. Jose Trias.]