Penelitian Membuktikan; Ternyata Ponsel 18 Kali Lebih Kotor Dari Pintu toilet

http://jojoinformation.files.wordpress.com/2009/12/ponsel1.jpg

Banyak yang menganggap gagang pintu toilet merupakan tempat paling kotor karena mengandung banyak kuman dan bakteri yang berasal dari toilet. Tapi tahukah Anda bahwa telepon genggam atau ponsel lebih kotor ketimbang gagang pintu toilet?

Peneliti menganalisis 30 ponsel dari beberapa orang yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa ponsel mengandung bakteri hidup 18 kali lebih banyak ketimbang gagang pintu toilet.

Hasil penelitian ini sangat mengejutkan, karena selain mengandung bakteri 18 kali lebih banyak ketimbang pintu toilet, peneliti juga menemukan bahwa bakteri yang bersarang di ponsel berada pada ‘warning level’ dari tingkatan bakteri lingkungan.

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2009/09/bahaya-ponsel.jpg

Sebuah ponsel dapat terkonsentrasi penuh dengan bakteri, termasuk bakteri faecal coliforms, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan gangguan di perut yang cukup serius.
Meski tidak secara langsung dapat berbahaya, tapi peningkatan kadar bakteri menunjukkan bahwa ponsel memiliki kebersihan yang buruk. Selain itu, ponsel juga dapat berperan sebagai tempat berkembangbiak yang nyaman bagi kuman-kuman yang lebih berbahaya.
“Tingkat bakteri yang berpotensi membahayakan pada ponsel sudah melebihi skala normal. Ponsel perlu disterilkan,” ujar Jim Francis, pakar Kebersihan dan Hygiene, seperti dilansir dari Telegraph.

http://insideit.files.wordpress.com/2008/02/ponsel-game.jpg

Hasil penelitian menunjukkan bagaimana bakteri dengan mudah dapat berkembangbiak pada permukaan ponsel dan dapat berpindah ke orang lain yang memegang langsung atau bersalaman dengan si pemilik ponsel.
Francis menyarankan, sebaiknya ponsel sering dibersihkan dan disterilkan dengan alcohol wipe, yaitu pembersih yang mengandung sedikit alkohol. Ini akan lebih melindungi Anda dari bahaya bakteri yang bersarang di ponsel. 

15 Negara Paling Kotor dan Berpolusi di Dunia

 
No. 15: Port Harcourt, Nigeria

Masalah dengan pembuangan limbah terus mencemari sungai-sungai Nigeria, terutama yang mempengaruhi penduduk di Port Harcourt. Daerah ini kurang memiliki strategi dalam mencegah tumpahan minyak dan kontaminasi, dan metode bersih-bersih setelah bencana memerlukan perbaikan yang signifikan.

No. 14: New Delhi, India

Anda akan menemukan apa saja kecuali kehidupan laut di Sungai Yamuna, New Delhi. Sampah dan kotoran mengalir bebas, menciptakan lingkungan yang kaya untuk pertumbuhan penyakit yang terbawa air yang berkontribusi sangat tinggi dalam tingkat morbiditas bayi.

No. 13: Maputo, Mozambique

erletak di Samudra Hindia, negara Afrika Timur, Mozambik menderita oleh kurangnya proses sanitasi – spesifik tidak adanya sistem pembuangan limbah padat maupun pengolahan limbah. Ibukota Maputo merasakan konsekuensi terburuk ini. Garis tumpukan sampah di jalan-jalan, dan limbah di sungai itu tampak tebal.

No. 12: Luanda, Angola

No. 11: Niamey, Niger

No. 10: Nouakchott, Mauritania

Terletak di utara Afrika, Mauritania berada di Utara Samudera Atlantik antara Senegal dan Sahara Barat. Nouakchott, ibukota negara, terletak di pantai barat. Karena gurun-seperti iklim, kekeringan dan pengelolaan air merupakan masalah penting bagi negara. Deposit minyak lepas pantai dan bijih besi berfungsi sebagai peluang utama negara industri, tapi mayoritas dari penduduk bergantung pada pertanian.

No. 9: Conakry, Guinea Republic

No. 8: Lome, Togo

No. 7: Pointe Noire, Congo

No. 6: Bamako, Mali

No. 5: Ouagadougou, Burkina Faso

No. 4: Moscow, Russia

No. 3: Bangui, Central African Republic

No. 2: Dar es Salaam, Tanzani

No. 1: Baku, Azerbaijan

Dikelilingi oleh Iran, Georgia, Rusia dan Armenia di Laut Kaspia, Azerbaijan telah lama menjadi pusat kegiatan minyak. Sebagai akibatnya, Baku, ibukotanya, menderita tingkat polusi udara yang mengancam jiwa yang diakibatkan oleh pengeboran dan pengiriman minyak.

source: http://www.i-dus.com/2010/08/15-negara-paling-kotor-dan-polusi-di.html