Cara Menangkal Radiasi Ponsel

Jakarta – Hasil penelitian terbaru dari WHO mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.

Simak 8 kiat mengurangi radiasi tersebut yang dikutip detikINET dari eHow, Rabu (1/6/2011):

1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.

2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya. Continue reading

5 Bocoran Ponsel Masa Depan Nokia


Nokia Scentsory (neowin)

Jakarta – Nokia memperkenalkan 5 konsep ponsel masa depan mereka. Idenya lucu-lucu. Mulai dari mengandalkan energi kinetik hingga ponsel multi sensor dengan bentuk yang bisa dilipat seperti kertas.

Seperti dikutip detikINET dari Neowin, Kamis (7/4/2011), konsep-konsep ini dihadirkan bagi Nokia Nseries. Berikut detailnya.

1. Nokia Kinetic

Ponsel ini bernama Nokia Kinetic. Didesain oleh Jeremy Innes-Hopkin, Kinetic dirancang menggunakan energi kinetik dengan teknologi elektromagnetik di dalamnya.

Cara penggunaannya pun cukup asyik. Jika ada panggilan masuk, ponsel cukup diangkat dari posisi tidur ke posisi berdiri. Intinya ponsel ini bakal memanfaatkan sensor gerak. Entah bagaimana implementasinya. Continue reading

Wow, Mimpi Bisa Diatur lewat Aplikasi iPhone

Jakarta – Bagaimana jika kita bisa mengatur mimpi sendiri? Hal itu bisa saja dilakukan. Karena kini telah diciptakan aplikasi yang memungkinkan kita mengontrol mimpi dan memasuki pikiran bawah sadar.

Aplikasi ajaib itu bernama Dream Control, yang dikembangkan spesialis hipnotis Dr. Norman Miller. Melalui proses yang disebut hypnovisualization, Dream Control akan memandu penggunanya mendapatkan perasaan rileks dan mengajarkan bagaimana mengontrol mimpi mereka untuk tujuan yang positif.
Continue reading

Bagaimana Bakteri Berkomunikasi Sebelum menyerang Inangnya


Sebelum melakukan serangan ke tubuh manusia bakteri akan melakukan percakapan dulu. Sekumpulan organisme kecil akan ngobrol terlebih dahulu menentukan target yang akan dimasukinya di luar atau dalam tubuh manusia.Bakteri memiliki percakapan seperti bisik-bisik untuk menghitung jumlahnya sebelum mencoba melakukan serangan terhadap organisme tuan rumahnya. Mikroorganisme ini bisa berada di kulit atau dalam organ tubuh lainnya.

“Jika bakteri bekerja secara individu, maka dampak terhadap lingkungannya akan kecil. Karenanya bakteri selalu membentuk koloni sehingga bisa menimbulkan dampak tersendiri bagi tubuh,” ujar Bonnie Bassler, seorang profesor biologi molekuler dari Princeton University, seperti dikutip dari LiveScience,

Bakteri berkomunikasi dengan menggunakan bahan kimia, yaitu melepaskan molekul kecil ke dalam media di sekitarnya yang dapat dideteksi melalui reseptor pada permukaan sel bakteri lainnya.

Ketika sejumlah sinyal molekul ini tercapai, maka masing-masing individu dari bakteri ini sudah mengetahui bahwa teman-teman didekatnya sudah memulai suatu tindakan. Proses ini dikenal sebagai penginderaan quorum.

Penginderaan quorum ini digunakan oleh bakteri virulen (bakteri jahat) untuk menginfeksi inangnya, misalnya bakteri Vibrio cholerae,– yang menyebabkan penyakit kolera–, mengandalkan penginderaan quorum untuk mengkoordinasikan penyerangan ke tubuh inangnya. Selain itu komunikasi ini juga dilakukan mikroba lainnya untuk tindakan terkoordinasi yang lebih ramah.
Jenis penginderaan quorum yang dilakukan tiap bakteri kadang berbeda-beda, misalnya bakteri Vibrio fischeri menggunakan alat komunikasi berupa cahaya yang bisa dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Jika jumlahnya sudah memadai, maka bakteri ini akan berkumpul untuk membuat cahaya yang lebih terang.

“Dengan mengetahui bagaimana bakteri ini berkomunikasi, maka bisa membantu para ilmuwan untuk merancang jenis antibiotik baru. Obat-obatan ini diharapkan bisa menghalangi pelepasan sinyal molekul sehingga menghambat kemampuan bakteri untuk berbicara atau mendengar,” ungkap Bassler.

Dengan cara ini bakteri tidak akan pernah tahu apakah jumlahnya sudah cukup atau belum untuk melepaskan racun, sehingga infeksi bisa dihindari.

source:http://batbitunik.blogspot.com/2010/06/ternyata-bakteri-bisa-mengobrol-juga.html