FAQIR (Fathur Robbani)

Majelis ke 2

FAQIR

Majlis Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany

5 syawal 545 H di Madrasahnya.

Beliau mengatakan:

Kontramu dengan Allah swt, akan mengusirmu dan menghilangkan dirimu dari Allah. Kembalilah dirimu dari sikap kontramu sebelum engkau dihantam, dihinakan dan dinistakan oleh ular-ular bencana dan kalajengking cobaan. Betapa pedihnya rasa cobaan, apalagi jika engkau terpedaya. Karena itu anda jangan bergembira dengan apa karena apa yang ada di tangan anda pasti sirna. Allah Ta’ala berfirman:

“Sehingga ketika mereka bergembira atas apa yang mereka dapatkan, tiba-tiba Kami mengambil mereka seketika…” (Al-Qur’an)

Meraih anugerah keuntungan dari Allah Ta’ala harus ditempuh dengan kesabaran. Karena itu Allah menguatkan berkali-kali tentang sabar itu. Kefakiran (rasa butuh kepada Allah) dan kesabaran tidak akan pernah bertemu kecuali bagi kewajiban orang beriman. Continue reading

Advertisements

JANGAN BERPALING DARI ALLAH (Fathur-Rabbany)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

Majelis ke 1

JANGAN BERPALING DARI ALLAH

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany

(Hari Ahad Pagi tanggal 3 Syawal tahun 545 H)

Di Pesantrennya.

Berpaling dari Allah Azza wa Jalla ketika ketentuan TakdirNya turun, berarti pertanda matinya Agama, matinya Tauhid, matinya Tawakkal dan matinya ke-Ikhlasan. Sedangkan qalbu orang-orang mukmin tidak tahu, kenapa dan bagaimana sampai tidak tahu. Bahkan mengatakan, “Ya” (atas tindakan menyimpang itu, pen).

Nafsu itu, secara keseluruhan selalu kontra dan antagonis. Siapa yang ingin membaharui jiwanya, hendaknya ia memerangi nafsunya sehingga aman dari kejahatannya. Karena nafsu itu semuanya adalah buruk dalam keburukan. Bilamana anda telah memerangi, dan anda bisa tenang, maka seluruh jiwa anda akan meraih kebaikan dalam kebaikan. Sehingga anda selaras dalam seluruh kepatruhan kepada Allah dan meninggalkan seluruh kemaksiatan. Disinilah dikatakan dalam al-Qur’an:

“Wahai jiwa yang tenteram kembalilah kepada Tuhanmu dengan jiwa yang ridlo dan diridloi oleh Tuhan.”

Jiwa meraih keteguhan, dank arena itu telah sirna keburukannya. Jiwa tidak lagi bergantung pada makhluk mana pun. Continue reading

TAUBAT(Fathur-Rabbany)

Beliau mengatakan : Rasulullah saw, bersabda;

“Siapa saja yang dibukakan pintu kebaikan, hendaknya ia cepat meraihnya, karena ia tidak tahu kapan pintu itu ditutup untuknya.”

Wahai kaum Sufi, bergegaslah dan raihlah pintu kehidupan sepanjang itu terbuka. Siapa tahu dalam waktu dekat pintu itu tertutup darimu. Raihlah tindakan kebajikan sepanjang kalian mampu melakukannya, raihlah pintu taubat, masuklah di dalamnya sepanjang itu terbuka. Raihlah pintu doa, karena pintu terbuka untukmu, raihlah pintu pergaulan dengan orang-orang saleh, dan itu sangat terbuka untukmu.

Wahai kaum Sufi. Bangunlah apa yang telah kalian robohkan. Mandilah dari najis kalian. Perbaikilah apa yang telah kalian rusak. Bersihkan apa yang mengotorimu, kembalilah kepada Tuhanmu Azza wa-Jalla dari kepergian dan larimu.

Wahai anak-anakku, di sana tak ada kecuali Khaliq Azza wa-Jalla. Jika anda bersama Sang Khaliq, maka anda adalah hambaNya. Jika anda bersama makhluk, anda adalah hamba makhluk, tak ada lagi ucapan sampai anda menempuh padang gersang dan keterluntaan hatimu. Karena itu rahasia batinmu harus terpisah dengan mereka. Ingatlah orang yang mencari Allah ta’ala berarti berpisah dengan semuanya, karena anda telah yakin bahwa segala sesuatu dari makhluk itu adalah hijab bagi Allah Azza waJalla, dan setiap seseorang berada dalam ketetapan bersama makhluk dalam rahasia batin, pasti akan menghijab dirimu.

Anak-anaku, janganlah anda malas-malasan, karena kemalasan itu selamanya merugi dan menimbulkan penyesalan. Raihlah amalmu dan Allah Maha Derma padamu dunia akhirat.

Abu Muhamamd al-Ajamy Rahimahullahu Ta’ala bermunajat: “Ya Allah Jadikanlah kami orang yang sangat dermawan” – ia tidak mampu lagi mengucapkannya karena siapa yang merasakan benar-benar mengenalNya —. Continue reading

Kitab Al Hikam : 102. Allah s.w.t Ditaati Karena Sifat-sifat Ketuhanan-Nya

BARANGSIAPA BERIBADAT KEPADA ALLAH S.W.T KARENA MENGHARAPKAN SESUATU ATAU SUPAYA KETAATANNYA DAPAT MENOLAK KEDATANGAN SEKSAAN DARI ALLAH S.W.T, MAKA ORANG ITU TIDAK MENDIRIKAN KEWAJIBAN TERHADAP HAK SIFAT-SIFAT-NYA.

Ketaatan hamba kepada Allah s.w.t dibina di atas tiga dasar:
1: “Wahai Tuhan kami. KARUNIAkan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkan kami dari azab api neraka”.
2: “Ilahi! Engkau jualah maksud dan tujuan kami. Keridoan Engkau jua yang kami cari.
3: “Ilahi! Engkau jua maksud dan tujuan, tiada lain yang kami cari”.

Orang Islam umumnya membina ketaatan mereka di atas dasar yang pertama. Orang yang masih pada peringkat mencari membinanya di atas dasar yang ke dua. Orang yang telah bertemu dengan yang dicari membinanya di atas dasar yang ke tiga. Hikmat di atas mengajak golongan pertama supaya memperbaiki diri mereka dengan cara membina ketaatan separti golongan ke dua dan seterusnya mencapai peringkat golongan ke tiga.

Orang awam beribadat kepada Allah s.w.t karena mengharapkan KARUNIAan dari-Nya yang berupa nikmat kesejahteraan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Mereka membuat andaian bahwa jika mereka berbuat taat tentu Tuhan akan melayannya dengan lemah-lembut, memberikan kepada mereka kebaikan dan menghindarkan dari mereka bala bencana ketika mereka hidup di dunia serta menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat, seterusnya menempatkan mereka di dalam syurga yang abadi. Ketaatan golongan ini bermotifkan kepentingan peribadi. Rasulullah s.a.w bersabda:

Sekiranya tidak ada neraka tentu mereka tidak sujud kepada Allah s.w.t. Continue reading

al Hikam 103-104 : Pemberian dan Penolakan Memperkenalkan Allah s.w.t

APABILA DIKARUNIAKAN KEPADA KAMU BERMAKNA DIPERLIHATKAN KEPADA KAMU KEMURAHAN-NYA. APABILA DITAHAN PEMBERIAN BERMAKNA DIPERLIHATKAN KEPADA KAMU KEKUASAAN-NYA. MAKA DIA PADA SEGALA PERKARA MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA KAMU DAN MENGHADAPKAN KEPADA WUJUD (KELEMBUTAN)-NYA.

SESUNGGUHNYA TERASA PEDIH PENOLAKAN ALLAH S.W.T ADALAH KARENA KAMU TIDAK MENGARTI TENTANG ALLAH S.W.T DALAM PENOLAKAN TERSEBUT.

Setiap kejadian Allah s.w.t ada pasangan atau lawannya. Kanan berpasangan dengan kiri. Putih berpasangan dengan hitam. Gagah berpasangan dengan lemah. Senang berpasangan dengan susah. Pemberian berpasangan dengan penolakan. Semuanya ada penjodohan. Tetapi, Allah s.w.t tidak ada penjodohan. Dia hanya Satu, Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

Allah s.w.t menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Pada makhluk-Nya yang berpasangan dan berlawanan itu ada kenyataan tentang kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya yang tidak ada tandingan. Dia esa dalam segala segi. Esa pada sifat-Nya dan esa pada Zat-Nya. Esa pada nama-Nya dan perbuatan-Nya. Dia memperkenalkan keesaan Zat-Nya melalui sifat-Nya dan memperkenalkan sifat-Nya melalui perbuatan-Nya. Alam semesta dengan segala isinya dan kejadian yang berlaku di dalamnya adalah manifestasi perbuatan-Nya. Tuhan adalah Maha Baik, sebab itu perbuatan-Nya juga adalah baik. Tidak ada perbuatan-Nya yang tidak baik. Tidak ada kejahatan pada sisi Allah s.w.t. Tidak ada kejahatan yang dinisbahkan kepada Allah s.w.t. Adanya yang tidak baik dan kejahatan hanyalah apabila ada perkaitan sesuatu perkara dengan manusia. Continue reading

SYARAH AL HIKAM IBNU ATO’ILLAH

DAFTAR ISI SYARAH AL HIKAM IBNU ATO’ILLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Daftar isi Terjemah Syarah AL HIKAM yang ada  di BLOG PPA. Silahkan di buka dan mari kita pelajari bersama:

1.MUQODDIMAH AL-HIKAM

2.HIKMAH KE 1-2 

3.HIKMAH 3-6

4.HIKMAH 7

5.HIKMAH 8 

6.HIKMAH 9

7.HIKMAH 10

8.HIKMAH 11

9.HIKMAH 12

10.HIKMAH 13

11.HIKMAH 14

12.HIKMAH 15-24

13.HIKMAH 25

14.HIKMAH 26

15.HIKMAH 27 

16.HIKMAH 28 

17.HIKMAH 29 

18.HIKMAH 30-31

19.HIKMAH 32

20.HIKMAH 33

21.HIKMAH 34-35

22.HIKMAH 36.

23.HIKMAH 37-38.

24.HIKMAH 39.

  1. HIKMAH 40

26.HIKMAH 41

27.HIKMAH 42

28.HIKMAH 43-44

29.HIKMAH 45

30.HIKMAH 46

31.HIKMAH 47

32.HIKMAH 48

33.HIKMAH 49

34.HIKMAH 50

35.HIKMAH 51-52

36.HIKMAH 53-54

37.HIKMAH 55

38.HIKMAH 56 

39.HIKMAH 57

40.HIKMAH 58

41.HIKMAH 59-60

42.HIKMAH 61

43.HIKMAH 62-64

44.HIKMAH 65-67 

45.HIKMAH 68-69 

46.HIKMAH 70-72

  1. 47. HIKMAH 73-74
  2. HIKMAH 75-76  
  3. HIKMAH 77-79
  4. HIKMAH 80
  5. HIKMAH 81-82 
  6. HIKMAH  83
  7. HIKMAH  84
  8. HIKMAH  85-86
  9. HIKMAH  87
  10. HIKMAH  88
  11. HIKMAH  89
  12. HIKMAH  90-92
  13. HIKMAH  93-94
  14. HIKMAH 95
  15. HIKMAH 96
  16. HIKMAH  97
  17. HIKMAH  98
  18. HIKMAH  99-101
  19. HIKMAH 102
  20. HIKMAH 103-104
  21. HIKMAH  105-106
  22. HIKMAH  107-108
  23. HIKMAH 109-110
  24. HIKMAH  111
  25. HIKMAH 112-113
  26. HIKMAH 114
  27. HIKMAH  115-116
  28. HIKMAH  117-118
  29. HIKMAH 119
  30. HIKMAH 120-121
  31. HIKMAH  122-123
  32. HIKMAH  124
  33. HIKMAH 125
  34. HIKMAH 126-127
  35. HIKMAH  128-131
  36. HIKMAH  132-135
  37. HIKMAH 136-137
  38. HIKMAH 138
  39. HIKMAH  139-140
  40. HIKMAH 141-143
  41. HIKMAH  144-145
  42. HIKMAH  146
  43. HIKMAH 147
  44. HIKMAH 148-149
  1. HIKMAH  150
  2. HIKMAH  151-152
  3. HIKMAH 153-157
  4. HIKMAH 158
  5. HIKMAH 159
  6. HIKMAH  160
  7. HIKMAH  161
  8. HIKMAH 162-166
  9. HIKMAH 167-169
    99. HIKMAH 170m menunggu

DAFTAR TERJEMAH KITAB FUTUUHUL GHAIB

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Futuuhul ghoib

Karya: SYEIH ABDUL QODIR AL JAILANY RA.

Kitab FUTUUHUL GHOIB(penyingkap/pembuka alam keghoiban) karya SYEIH ABDUL QODIR AL JAILANI RA, yang berisi mutiara kata & nasehat dari beliau untuk kita semua kaum muslimin-muslimat dalam menempuh jalan menuju ALLOH SWT. Semoga dengan di tampilkannya ini semua bisa kita ambil manfaat & barokahnya. Amin..

Selamat membaca & mempelajarinya:

بـسـم الله الـرحـمـن الـرحـيـم

 

الـحـمـد لله رب الـعـالـمـيـن و الـصـلاة و الـسـلام عـلـى أشـرف الأنـبـيـاء و الـمـرسـلـيـن

ســيـدنـا و مـولانـا حـبـيـبـنـا و قـرة أعـيـنـنـا مـحـمـد و عـلـى آلـه و صـحـبـه أجـمـعـيـن

و مـن تـبـعـهـم بـإحـســان إلـى يــوم الـديـن

فتوح الغيب

للقطب الرباني الشيخ محي الدين عبدالقادر الجيلاني

رضي الله عنه وأرضاه

مـقـدمـة الـمـؤلـف

قال الشيخ عبد الرزاق ولد المؤلف : قال والدي رضي الله تعالى عنه مؤيد الأئمة سيد الطوائف أبو محمد محي الدين عبد القادر الجيلاني الحسني الحسيني الصديقي، ابن أبي صالح موسى جنكى دوست ابن الإمام عبد الله ابن الإمام يحيى الزاهد ابن الإمام محمد ابن الإمام داود ابن الإمام موسى ابن الإمام عبد الله ابن الإمام موسى الجون ابن الإمام عبد الله المحض ابن الإمام الحسن المثنى ابن الإمام أمير المؤمنين سيدنا الحسن السبط ابن الإمام الهمام أسد الله الغالب، فخر بني غالب، أمير المؤمنين سيدنا علي ابن أبي طالب، كرم الله وجهه، ورضي عنه وعنهم أجمعين آمين :

الحمد لله ربِّ العالمين أولاً وأخرا وظاهراً وباطناً، عدد خلقه ومداد كلماته، وزنة عرشه، ورضاء نفسه، وعدد كل شفع ووتر، ورطب ويابس في كتاب مبين، وجميع ما خلق ربنا وذرأ وبرأ، خالق بلا مثال أبداً سرمداً طيباً مباركاً، الذي خلق فسوى، وقدر فهدى، وأمات وأحيى، وأضحك وأبكى، وقرب وأدنى، وأرحم وأخزى، وأطعم وأسقى، وأسعد وأشقى، ومنع وأعطى، الذي بكلمته قامت السبع الشداد، وبها رست الرواسي والأوتاد واستقرت الأرض المهاد، فلا مقنوطاً من رحمته، ولا مأموناً من مكره وغيرته وإنفاذ أقضيته وفعله وأمره، ولا مستنكفاً عن عبادته، ولا مخلواً من نعمته، فهو المحمود بما أعطى، والمشكور بما زوى، ثم الصلاة على نبيه المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم، الذي من اتبع ما جاء به اهتدى ومن صدف عنه ضل وارتدى، النبي الصادق المصدوق، الزاهد في الدنيا، الطالب الراغب في الرفيق الأعلى، المجتبى من خلقه، المنتخب من بريته، الذي جاء بالحق بمحبته، زهق الباطل بظهوره، وأشرقت الأرض بنوره.

ثم الصلوات الوافيات، والبركات الطيبات، الزاكيات المباركات عليه ثانياً وعلى آله الطيبين، وأصحابه والتابعين لهم بإحسان، الأحسنين لربهم فعلا، الأقومين له قيلا، والأصوبين إليه طريقاً وسبيلاً، ثم تضرعنا ودعاؤنا ورجوعنا إلى ربنا، ومنشئنا وخالقنا ورازقنا، ومطعمنا ومسقينا، ونافعنا وحافظنا، وكالئنا ومحيينا، والذابّ والدافع عنا جميع ما يؤذينا ويسوءنا، كل ذلك برحمته وتحننه وفضله ومتنه بالحفظ الدائم في الأقوال والأفعال في السر والإعلان، والإظهار والكتمان والشدة والرخاء والنعمة والبأساء والضراء، إنه فعال لما يريد، والحاكم بما يشاء، العالم بما يخفى، المطلع على الشؤون والأحوال، من الزلات والطاعات والقربات، السامع للأصوات، المجيب للدعوات، لمن يشاء من غير تنازع وتردد.

أما بعد : فإن نعم الله علي كثيرة متواترة، في آناء الليل وأطراف النهار والساعات واللحظات والخطرات وجميع الحالات، كما قال عزَّ وجلَّ : }وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا{.إبراهيم34. وقوله تعالى : }وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ{.النحل53. فلا يدان لي ولا جنان ولا لسان في إحصائها وأعدادها، فلا يدركها التعداد ولا تضبطها العقول والأذهان، ولا يحصيها الجنان ولا يعبرها اللسان. فمن جملة ما مكن عن تعبيرها اللسان، وأظهرها الكلام وكتبها البنان، وفسرها البيان، كلمات برزت وظهرت لي من فتوح الغيب فحلت في الجنان، فأشغلت المكان فأنتجها وأبرزها صدق الحال، فتولى إبرازها لطف المنان، ورحمة ربّ الأنام في قالب صواب المقال، لمريدي الحق والطلاب.

  1. Risalah ke-1
  2. Risalah ke-2
  3. Risalah ke-3
  4. Risalah ke-4
  5. Risalah ke-5
  6. Risalah ke-6
  7. Risalah ke-7
  8. Risalah ke-8
  9. Risalah ke-9
  10. Risalah ke-10
  11. Risalah ke-11
  12. Risalah ke-12
  13. Risalah ke-13
  14. Risalah ke-14
  15. Risalah ke-15
  16. Risalah ke-16
  17. Risalah ke-17
  18. Risalah ke-18
  19. Risalah ke-19
  20. Risalah ke-20
  21. Risalah ke-21
  22. Risalah ke-22
  23. Risalah ke-23
  24. Risalah ke-24
  25. Risalah ke-25
  26. Risalah ke-26
  27. Risalah ke-27
  28. Risalah ke-28
  29. Risalah ke-29
  30. Risalah ke-30
  31. Risalah ke-31
  32. Risalah ke-32
  33. Risalah ke-33
  34. Risalah ke-34
  35. Risalah ke-35
  36. Risalah ke-36
  37. Risalah ke-37
  38. Risalah ke-38
  39. Risalah ke-39
  40. Risalah ke-40
  1. Risalah ke-41
  2. Risalah ke-42
  3. Risalah ke-43
  4. Risalah ke-44
  5. Risalah ke-45
  6. Risalah ke-46
  7. Risalah ke-47
  8. Risalah ke-48
  9. Risalah ke-49
  10. Risalah ke-50
  11. Risalah ke-51
  12. Risalah ke-52
  13. Risalah ke-53
  14. Risalah ke-54
  15. Risalah ke-55
  16. Risalah ke-56
  17. Risalah ke-57
  18. Risalah ke-58
  19. Risalah ke-59
  20. Risalah ke-60
  21. Risalah ke-61
  22. Risalah ke-62
  23. Risalah ke-63
  24. Risalah ke-64
  25. Risalah ke-65
  26. Risalah ke-66
  27. Risalah ke-67
  28. Risalah ke-68
  29. Risalah ke-69
  30. Risalah ke-70
  31. Risalah ke-71
  32. Risalah ke-72
  33. Risalah ke-73
  34. Risalah ke-74
  35. Risalah ke-75
  36. Risalah ke-76
  37. Risalah ke-77
  38. Risalah ke-78
  39. Risalah Penutup

الـلـَّـهـُــَّم انــشــــر نـــفــحــات الـرضـــوان عــلــيــه

و أمــــدنــا بـالأســــرار الــتــي أودعـــتــهــا لــديــه