24 Rekor dunia Indonesia yang tidak Dimiliki Negara Manapun!!

Disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia, namun ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini blom ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia.

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2)
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Continue reading
Advertisements

BlackBerry Playbook Hadir di Indonesia Mei

Jakarta – Research in Motion (RIM) belum mau membocorkan jadwal peluncuran BlackBerry Playbook di Indonesia. Namun jika melihat time schedule dari RIM, hampir bisa dipastikan tablet PC itu akan hadir Mei 2011 mendatang.

Playbook sendiri, kata Arun Verma, Platform Evangelist dari RIM baru akan resmi diluncurkan di Amerika Utara 19 April mendatang. Setelah itu, baru kemudian di negara-negara lainnya.

“Untuk di Indonesia, kami belum mau komen. Jika saatnya tiba, pasti akan kami beritahu semua, mulai dari kapan tanggal peluncurannya hingga berapa harganya. Tunggu saja, tak lama lagi, kok,” kata dia di sela media briefing di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (23/3/2011). Continue reading

faktor penyebab Indonesia sulit tegas terhadap Malaysia

Ada analisis menarik dari pengamat militer Universitas Indonesia, Andy Wijayanto, mengenai kemungkinan terjadinya perang terbuka antara Indonesia dan Malaysia di daerah konflik perairan Blok Ambalat. Bila Jakarta mengumumkan perang terbuka dengan negara tetangga kita itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memperhitungkan aliansi negara yang akan mendukung negeri jiran tersebut dalam konfrontasi.
Andy mengungkapkan, Malaysia memiliki sistem aliansi pertahanan dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru. Aliansi itu disebut sebagai Five Power Defense Agreement (FPDA). Salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya.
“Malaysia tinggal meminta klausul itu diaktifkan. Bila disepakati, berarti negara kita harus siap berperang juga dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru yang mempunyai kekuatan tempur jauh lebih kuat dan canggih,” jelasnya setelah diskusi tentang RUU Pertahanan dan Keamanan.
Dari situs resmi British High Commission, Kuala Lumpur, diketahui bahwa FPDA berdiri pada 1971 sebagai lembaga konsultasi dan antisipasi serangan terhadap Singapura serta Malaysia. Saat peringatan 30 tahun FPDA pada November 2001, kelima negara anggotanya sepakat membentuk suatu kerja sama jangka panjang. Salah satunya, perjanjian saling dukung bila ada negara anggotanya yang diserang negara lain. Tahun ini, FPDA memfokuskan tinjauannya pada maritime security. Dengan fokus tersebut, kemungkinan empat negara lainnya untuk mendukung Malaysia dalam konfrontasi dengan Indonesia menjadi lebih besar.
Tidak itu saja. Bila dalam konfrontasi nanti negara kita berhadapan dengan Inggris, negara tersebut sangat mungkin meminta artikel lima NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) diaktifkan. Artikel lima NATO serupa dengan klausul perjanjian FPDA yang intinya menyatakan, serangan yang dialami salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara anggota lainnya dan harus dihadapi bersama. Sehingga, konfrontasi dengan Malaysia bisa melebar serta membuat Indonesia harus berhadapan dengan negara-negara anggota NATO.
“Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah yang harus diperhitungkan masak-masak oleh Presiden SBY sebelum mendeklarasikan konfrontasi dengan Malaysia. Rakyat pun harus memahami hal ini supaya tidak gelap mata mendesak perang dengan Malaysia,” tegas Andy.
selain itu sy mengambil perbandingan antara angkatan Militer Malaysia dan Indonesia
~MALAYSIA~
Militer Negeri Jiran itu bernama Tentara Diraja Malaysia. Pada awal pembentukannya, peralatan militer buatan Inggris banyak dipakai negara ini. Kini mereka menggunakan peralatan dari sejumlah negara, termasuk pesawat buatan Indonesia.

1. Kapal Perang
– Satu kapal penyelam dilengkapi meriam 20 mm
– Dua kapal cepat pengangkut pasukan
– Empat kapal patroli buatan Prancis ber-rudal Exocet MM38 dan meriam Bofors
– 24 kapal perang yang berpangkalan di empat tempat: Lumut, Sandakan Sabah, Kuantan, dan Labuan. KD Kerambit yang berada di sekitar Ambalat merupakan salah satu kapan yang berpangkalan di Sandakan, Sabah.
– Dua kapal patroli buatan Korea Selatan yang dilengkapi meriam 100 mm Creusot Loire, 30 mm Emerlac, dan senjata penangkis antikapal selam. Kapal ini berpangkalan di Kuantan/
– Empat kapal buatan Swedia dilengkapi rudal MM38 Exocet, 57 mm Bofors, dan 40 mm Bofors berpangkalan.
– Empat kapal Frigate, dua di antaranya dibeli bekas dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
– Enam kapal Corvette buatan Jerman – Empat kapal patroli penangkis ranjau buatan Italia
– Dua kapal Multi Purpose Command and Support Ship buatan Jerman dan Korea Selatan
– Satu kapal Sealift
– Dua kapal Hydro
2. Pesawat Tempur
– F-5 E – Hawk MK108 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
– Hawk MK-208 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
– Delapan F/A-18D berpangkalan di Alor Setar
– Mig-29 berpangkalan di Kuantan
– SU-30 berpangkalan di Kuantan
– F-28 berpangkalan di Kuala Lumpur
– Falcon berpangkalan di Kuala Lumpur – Beech 200T berpangkalan di Kuala Lumpur
– C-130H berpangkalan di Kuala Lumpur
– CN-235 berpangkalan di Kuala Lumpur
– S61A-4 berpangkalan di Kuala Lumpur, Kuching, dan Labuan
– AS61N-1 berpangkalan di Kuala Lumpur
– S70A-34 berpangkalan di Kuala Lumpur Personel
3. Jumlah prajurit semua angkatan: 196.042 (2002)
– Anggaran militer per tahun: US1,69 triliun (2,03 persen GDP)
~INDONESIA~
Embargo pembelian peralatan militer dari Amerika membuat rontok sejumlah peralatan militer Indonesia. Pesawat tempur terbaru, Sukhoi SU-27 SK dan SU-30 MK buatan Rusia, pun masih ompong tak punya senjata. Adapun dari 12 pesawat tempur “andalan”, F-16, dua di antaranya sudah jatuh dan hanya delapan siap terbang.
1. Pesawat dan Heli
– Delapan Hawk MK 109 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
– 32 Hawk MK 209 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
– Enam CN235 berpangkalan di Halim
– Delapan F27-400M berpangkalan di Halim
– SF260MS/WS berpangkalan di Halim
– B707-3MIC
– Tujuh pesawat F27-400M
– F28-1000/3000
– L100-30
– C-130H-30 berpangkalan di Halim
– NAS332L1
– L100-30
– EC-120B
– 12 unit Heli Bell 47G-3B-1 berpangkalan di Kalijati
– Lima F-16A berpangkalan di Madiun
– Lima F-16B berpangkalan di Madiun
– F-5E berpangkalan di Madiun
– F-5F berpangkalan di Madiun
– Hawk Mk53 berpangkalan di Madiun
– dua Su-27SK berpangkalan di Makassar
– dua Su-30MK berpangkalan di Makassar
– NC212M-100/200 berpangkalan di Malang
– Ce 401A berpangkalan di Malang
– Ce 402A berpangkalan di Malang
– 10 Pesawat Bronco OV-10F di Malang Kapal Perang
– 114 armada berbagai jenis (sepertiganya untuk operasi rutin, sepertiga untuk latihan, dan sisanya untuk pemeliharaan) Personel
2. Jumlah prajurit (semua angkatan): 250 ribu orang
Anggaran militer per tahun: US$ 1 triliun (1,3 persen GDP)
inilah beberapa alasan yang mendasari bangsa ini tidak bisa bersifat tegas apa lagi menyatakan perang terhadap Malaysia..apakah dengan hanya sebuah alasan itu kita membiarkan KEDAULATAN kita dipermainkan oleh Malaysia..?pertanyaan besar buat kita SAMPAI KAPAN..??

source: http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/inilah-alasan-mengapa-indonesia-tidak.html

Staf Khusus Presiden: Tak Patut Pemerintah Dinyatakan Gagal

Kamis, 28/01/2010 19:54 WIB

Luhur Hertanto – detikNews


Jakarta – Capaian paling nyata dari program 100 Hari Pertama Pemerintahan SBY-Boediono adalah perluasan cakupan program-program pro-rakyat. Maka sangat tidak tepat bila tudingan yang menyebutkan bahwa pemerintahan SBY-Boediono telah gagal.

“Alangkah tidak patut jika elit politik menyatakan pemerintah telah gagal dalam 100 hari ini,” ujar Velix V Wanggai, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Kamis (28/1/2010).

Di temui di sela peresmian PLTU Labuan, Pandeglang, Banten, putra asli Papua ini menyebutkan sejumlah kebijakan yang merupakan perluasan cakupan program pro-rakyat di masing-masing kementrian. Di antaranya adalah perluasan penerima KUR, Jamkesnas, sertifikasi tanah rakyat (Larasita) dan kenaikan alokasi dana agunan untuk PNPM Mandiri di seluruh daerah.

“Untuk program Raskin sekarang para nelayan kecil juga mendapatkannya di saat cuaca tidak memungkinkan untuk melaut. Selama 14 hari diberikan beras 2 kg per hari,” papar Velix.

Perluasan cakupan program pro-rakyat yang ditetapkan dalam 100 Hari Pertama itu, menurutnya merupakan landasan untuk pelaksanannya program bersangkutan lima tahun ke depan. Seluruhnya merupakan langkah strategis untuk kelangsungan pelaksanaan yang lebih baik.

“Termasuk memasukkan pendekatan wilayah menjadi mainstreaming dalam pembangunan sektor-sektor,” pungkasnya.
(lh/ape)

Muslim attitudes toward HIV / AIDS

HIV / AIDS is a contagious disease that is dangerous, where he has threatened human existence in the world and can happen to anyone regardless of age and profession. Therefore, HIV / AIDS assessed as Al-Dhaar Al-‘Amm (global risk)

Euthanasia

Euthanasia is not justified for AIDS patients, both passive and aktif30 euthanasia. As dalildalilnya are:

Life and death are in God’s hands.

Word of God Almighty that means:

“God who made the dead and alive, so he tests you, whoever among you a better charity” (Al-Mulk: 2)
Continue reading

In the Islamic guidance to be, hang out and treat people with HIV / AIDS in Indonesia

As a religion whose teachings of grace for the inhabitants of this world (rahmatan li ‘alamin), Islam has provided guidance-guidance for its adherents. Islam is full of guidance to avoid the disease, as well as guidance for the full care and treat sick people well. ‘Al-maridh Iyadh very encouraged by Islam is not only meant to see the sick, as understood during the time, but also means caring for and treating the sick.

People who are sick, why should any still be getting a special place in Muslim society. In a Hadith Qudsi Allah says:

“O my servants, I was ‘sick’ but you do not want to visit and care for me. Servant replied, “how I can see and take care of YOU while you are Rabbul ‘Alamin?”. God answered: “a servant of my pain, if you visit and take care of you will find me there”.

In this hadith of Allah SWT. Has placed the position of people who are sick as if Allaah own sick. This means that humans are required to always consider the people who are sick with providing assistance both morally and materially, so that they are not isolated, particularly from the community morally. Meanwhile, the teachings of Islam are also loaded with a guide to avoiding things that are harmful, let alone the potential for disease spread. Prophet Muhammad emphasized:

Meaning:

“No self harm, and should not harm others”

Meaning:

“The danger must be eliminated”

even if there are two factors of attraction between the hazard (losses) and interest (profit), then the priority is to eliminate the danger. Fiqh rule tells us:

Meaning:

“Avoiding that damages should take precedence over seeking the benefits”

therefore, without compromising good treatment to people who are sick, Islam teaches us to beware, and avoid the possibility of disease transmission from these sick people.

HIV / AIDS of which around 80% – 90% of the cause is adultery, is a very dangerous disease, especially for people who have morals are not terpuji28. Inimerupakan disease calamity that can befall anyone, including people who berakhlakul Karimah. Disaster-affected people is not necessarily a result of the sins he had done, but it may be the victim of other people act.

When approximately 80% – 90% of the causes of HIV / AIDS is an act of adultery, the efforts to combat HIV / AIDS is the most effective is to eliminate the cause itself is fornication. As mentioned above, the Prophet Muhammad. Says that:

“If adultery and usury has become common action in a country, then it means the country’s population has been justifying (invited) punishment of God” 29

therefore the principle of “maintaining better than cure” also means eliminating for better than cure diseases caused by such cause.

Islamic exhortation to observe and treat well the people who are sick also includes those who are ill affected by HIV / AIDS. But of course, do not get good treatment it would give others who are not infected with HIV / AIDS became infected with HIV / AIDS. This is not justified in Islam. Fiqh rule states:

Meaning:

“The danger should not be eliminated by bringing another danger”

therefore required the efforts of great wisdom that people with HIV / AIDS can be treated, untreated and treated humanely, but not to sacrifice others to become HIV / AIDS are new. This policy will be needed because as human beings, people with HIV / AIDSakan always relate to others, for example, when an adult she needs to get married, when the dead body needs to get treatment and so forth.

BUDIDAYA TANAMAN LADA (Piper nigrum Linn) SECARA VELTKULTUR

Lada (Piper nigrum Linn) merupakan tanaman rempahrempah yang berasal dari Ghat Barat, India. Sekarang banyak ditanam di Indonesia, lebih dari 80% hasil lada Indonesia merupakan komoditas ekspor. Agar dapat bersaing di pasaran dunia, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi lada menjadi tuntutan utama. Usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi lada nasional antara lain dilakukan dengan strategi pemanfaatan potensi sumber daya dan pengembangan usaha tani lada.

Lada atau merica merupakan salah satu komoditas perdagangan dunia. Berdasarkan perkiraan tahun 1980, kebutuhan lada dunia pada tahun 2000 mencapai 280.000 ton, dengan asumsi konsumsi rata-rata 70 g per kapita per tahun. Pada waktu yang akan datang, permintaan (konsumsi) lada cenderung meningkat, sehingga lada memiliki prospek yang sangat baik. Lada yang dikenal dengan sebutan The King of Spice (Raja Rempah-Rempah) telah menjadi mata dagangan antar Negara (Rukmana, 2003). Continue reading