Catatan Sufistik tentang Pernikahan

Demi Maha Cinta

[Catatan ke – 1 ] : “Sesuai Fitrah Perkawinan” (Candra Malik, dalam “Makrifat Cinta”)

Sebuah pernikahan. Maka serah-terima (ijab-qabul) adalah syariat yang harus ditempuh, yang menjadi tarekat adalah resepsi pernikahan itu yang penuh puja-puji sesuai kedudukan dan keadaan masing-masing. Padahal hakikat dari perkawinan itu adalah segala apa yang ditutupi oleh kelambu dan yang sejak malam pertama disebut aib, tabu, misteri, dan rahasia—yang hanya suami dan istri yang tahu, dan makrifat dari pernikahan itu adalah mengakrabi-diakrabi antara yang mencintai dan yang dicintai sesuai dengan fitrahnya.

Menempuh syariat atau pelaksanaan hukum semata-mata untuk sejak awal mewujudkan sakinah (ketenangan). Tarekat atau perayaan pernikahan diadakan dengan harapan semakin merangsang mawaddah (gelora cinta). Sejak disahkan sebagai suami istri maka telah sampailah kedua mempelai pada hakikat pernikahan yaitu membangun keluarga yang mengekalkan rahmat atau anugerah kasih sayang. “Supaya engkau cenderung merasa tenteram, dan dijadikan di antara engkau rasa kasih dan sayang, seperti termaktub dalam QS Al-Rum…

View original post 2,331 more words

Catatan Sufistik Tentang Sakit | Suluk

Demi Maha Cinta

[Sebuah pembahasan eksploratif dari Zaprulkhan, terhadap Risalah Al-Mardha pada Kitab Lama’at dalam Risalah An-Nur dari Bediuzzaman Said Nursi]

“Untuk orang-orang yang tengah dirundung suatu penyakit dan sedang mencari pengobatan suci melalui cahaya hikmah Ilahi. Percayalah tatkala penyakit merengkuh dirimu, sang malaikat kebajikan tersenyum bahagia sedangkan iblis menangis berduka. Namun sewaktu kesehatan menyambangi dirimu, aku khawatir malaikat-malaikat itu meratap dukanya sementara iblis tertawa gembira.”

Apapun bentuk penyakit yang kita alami dalam kehidupan ini merupakan sebentuk kasih sayang Ilahi kepada hamba-hamba-Nya. Kasih sayang itu bisa berupa menghapus segala kesalahan dan dosa, serta melipat gandakan pahala. Bisa berupa penjagaan Allah kepada kita dari berbagai kemaksiatan dan menyebabkan doa-doa kita menjadi mustajab. Juga akan mengajarkan kepada kita agar pasrah kepada suratan takdir Tuhan, menatap wajah kematian secara jernih, mendidik kita tentang kearifan hidup, mendekatkan kita pada singgasana Tuhan.

Tuhan sengaja mengirimkan penyakit ke tengah-tengah kehidupan manusia untuk mengguncangkan ranah kepalsuan dan…

View original post 3,976 more words