al Hikam 103-104 : Pemberian dan Penolakan Memperkenalkan Allah s.w.t

APABILA DIKARUNIAKAN KEPADA KAMU BERMAKNA DIPERLIHATKAN KEPADA KAMU KEMURAHAN-NYA. APABILA DITAHAN PEMBERIAN BERMAKNA DIPERLIHATKAN KEPADA KAMU KEKUASAAN-NYA. MAKA DIA PADA SEGALA PERKARA MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA KAMU DAN MENGHADAPKAN KEPADA WUJUD (KELEMBUTAN)-NYA.

SESUNGGUHNYA TERASA PEDIH PENOLAKAN ALLAH S.W.T ADALAH KARENA KAMU TIDAK MENGARTI TENTANG ALLAH S.W.T DALAM PENOLAKAN TERSEBUT.

Setiap kejadian Allah s.w.t ada pasangan atau lawannya. Kanan berpasangan dengan kiri. Putih berpasangan dengan hitam. Gagah berpasangan dengan lemah. Senang berpasangan dengan susah. Pemberian berpasangan dengan penolakan. Semuanya ada penjodohan. Tetapi, Allah s.w.t tidak ada penjodohan. Dia hanya Satu, Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

Allah s.w.t menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Pada makhluk-Nya yang berpasangan dan berlawanan itu ada kenyataan tentang kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya yang tidak ada tandingan. Dia esa dalam segala segi. Esa pada sifat-Nya dan esa pada Zat-Nya. Esa pada nama-Nya dan perbuatan-Nya. Dia memperkenalkan keesaan Zat-Nya melalui sifat-Nya dan memperkenalkan sifat-Nya melalui perbuatan-Nya. Alam semesta dengan segala isinya dan kejadian yang berlaku di dalamnya adalah manifestasi perbuatan-Nya. Tuhan adalah Maha Baik, sebab itu perbuatan-Nya juga adalah baik. Tidak ada perbuatan-Nya yang tidak baik. Tidak ada kejahatan pada sisi Allah s.w.t. Tidak ada kejahatan yang dinisbahkan kepada Allah s.w.t. Adanya yang tidak baik dan kejahatan hanyalah apabila ada perkaitan sesuatu perkara dengan manusia.

Baik dan buruk adalah dua nilai yang diletakkan pada manusia. Segala perkara datang kepada manusia melalui salah satu daripada dua pintu yaitu pintu positif dan pintu negatif. Perkara yang dinilaikan sebagai baik datangnya dari pintu positif dan yang dinilaikan sebagai tidak baik datangnya dari pintu negatif. Jika seseorang mengambil sikap menerima saja apa yang datang maka dia akan melihat unsur-unsur positif dan negatif yang berlawanan. Andainya dia menjenguk ke dalam kedua-dua pintu tersebut niscaya dia akan melihat bahwa pintu-pintu itu terbuka kepada satu ruang yang sama. Sebelum keluar melalui pintu-pintu yang berasingan semuanya berkumpul dalam ruang yang sama secara harmoni, tiada perlawanan.

Jika kita renungi dengan mendalam kita akan dapati bahwa perlawanan dan pertentangan diwujudkan oleh hati kita. Hati yang membuat tafsiran dan penilaian. Hati yang mengalami kemanisan dan kepahitan. Hatilah tempat jatuh tilikan Tuhan dan tempat dituangkan ilham. Hatilah yang mampu mengenal Tuhan. Hatilah yang berhubungan dengan Tuhan. Pintu-pintu positif dan negatif adalah jembatan yang menghubungkan hati dengan Tuhan. Melalui kedua-dua pintu tersebut hati mengenali-Nya.

Sesuatu kualiti dikenali karena ada kualiti lain yang bertentangan dengannya. Manis dikenali karena ada tawar, begitu juga sebaliknya. Cantik dikenali karena ada bodoh, begitu juga sebaliknya. Pemberian dikenali karena ada penolakan, begitu juga sebaliknya. Dua perkara yang bertentangan masing-masing memperkenalkan yang berlawanan dengannya. Kedua-duanya pula memperkenalkan faktor yang mengwujudkan dua perkara tersebut. Pemberian dan penolakan memperkenalkan yang menguasai kedua-duanya. Hamba yang mengenali pemberian Allah s.w.t akan mengenali penolakan-Nya. Hamba yang mengenali penolakan-Nya akan mengenali pemberian-Nya. Kepedihan pada penolakan membuat si hamba tahu bersyukur pada pemberian-Nya, mengenal kebaikan dan kemurahan-Nya. Kesenangan pada pemberian-Nya membuat si hamba mengenali kekuasaan-Nya pada penolakan-Nya. Pengenalan kepada kedua-duanya membuat si hamba mengenal Tuhan yang menguasai kedua-duanya itu. Si hamba tidak menjadi keliru tatkala menerima pemberian atau penolakan dari Tuhan yang satu. Walau dari pintu mana pun sesuatu itu datang kepadanya, dia tetap menerimanya dari Tuhannya, dan yang datang itu menceritakan sesuatu tentang Tuhan. Pertukaran di antara pemberian dan penolakan melahirkan rasa kemesraan hubungannya dengan Tuhan karena dia melihat sifat-Nya yang Lemah-lembut dalam menguruskan hamba-Nya. Bila hamba-Nya lalai dengan pemberian-Nya disadarkan-Nya dengan penolakan-Nya. Bila hamba-Nya hampir binasa karena penolakan-Nya diselamatkan-Nya dengan pemberian-Nya. Dia sangat tahu menguruskan hal-ehwal hamba-Nya.

Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedangkan Ia Maha Halus urusan Kehendakan-Nya, lagi Maha Mendalam Pengetahuan-Nya! (Ayat 14 : Surah al-Mulk )

Dia Maha Halus (terperinci), tidak ada sesuatu yang tersembunyi daripada-Nya. Dia Maha Mengarti, Maha Tahu apa yang patut bagi hamba-Nya. Jika Dia memberi, itu adalah untuk memperkenalkan Diri-Nya yang bersifat dengan semua sifat kebaikan dan kemurahan. Jika Dia tidak memberi, itu adalah untuk memperkenalkan diri-Nya yang bersifat dengan semua sifat keagungan dan keperkasaan..

Pemberian membuat hamba mengenali kemurahan dan kebaikan-Nya. Penolakan membuat hamba mengenali kekerasan dan keperkasaan-Nya. Bila Dia dikenali secara positif dan negatif barulah wujud pengenalan yang sejati. Perkara yang positif tidak lagi menutup yang negatif dan begitu juga sebaliknya. Jadi, bila hikmat penolakan-Nya difahami maka penolakan itu tidak akan membuat hati merasa gundah gulana sebaliknya akan wujudlah perasaan bahwa Allah s.w.t melihatnya, menguruskan kehidupannya, memberi nasehat dan tunjuk ajar agar dia selamat dalam perjalanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s