Berburu Beasiswa


KOMPAS.com – Kesempatan studi bagi siswa-siswi cerdas dengan keterbatasan ekonomi itu bisa diraih lewat lembaga-lembaga penyedia

beasiswa. Caranya?

Umumnya, peminat harus melamar beasiswa lebih dulu ke lembaga-lembaga pengelola beasiswa. Jika sudah pasti mendapat beasiswa, baru mendaftar ke perguruan tinggi di negara terkait.

Namun, ada lembaga pengelola yang mensyaratkan peminat diterima terlebih dulu di perguruan tinggi. Kemudian, bukti penerimaan di perguruan tinggi itu digunakan untuk melamar beasiswa.

Adapun formulir pendaftaran bisa diperoleh di lembaga terkait atau diunduh dari situs lembaga pengelola beasiswa. Formulir yang telah diisi lengkap kemudian dikirim bersama dokumen yang dipersyaratkan. Misalnya, salinan ijazah dan daftar nilai yang diterjemahkan dan dilegalisir, surat keterangan orangtua (untuk mengikuti program bachelor), surat rekomendasi dari perusahaan, tokoh masyarakat atau profesor di universitas terkemuka (untuk yang sudah bekerja dan hendak mengikuti program magister atau doktoral), serta surat lamaran atau pernyataan motivasi.

Dalam surat tersebut, si pelamar harus bisa menjelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaannya, tujuan belajar, alasan memilih bidang studi, serta rencana masa depan terkait ilmu yang dipelajari dan manfaatnya bagi masyarakat. Jika diundang untuk wawancara, pelamar juga harus mampu meyakinkan tim seleksi.

Intinya, si pelamar harus menunjukkan pemahaman yang memadai mengenai bidang yang hendak dipelajarinya, punya semangat tinggi, kesiapan mental untuk menghadapi budaya dan situasi berbeda, serta rencana yang jelas mengenai apa yang akan dilakukan setelah menyelesaikan studi.

Syarat berbeda-beda

Meski ada banyak lembaga penyedia beasiswa, tetap diperlukan kejelian dalam memilih dan memahami persyaratan yang diberlakukan. Perlu diingat, mengirimkan begitu saja sebuah lamaran beasiswa, bisa jadi, malah berbuah bencana.

Sebagai contoh, Yayasan Toyota dan Astra (YTA) telah memberikan bantuan penelitian tesis atau disertasi bagi 69 mahasiswa S-2 dan S-3, serta 15.261 penerima beasiswa dari program S-1 reguler, serta Politeknik YTA. Berbagai program beasiswa di yayasan itu memiliki persyaratan dan sasarannya sendiri-sendiri.

Beasiswa Politeknik YTA, misalnya, disediakan bagi mahasiswa jurusan teknik mesin, teknik elektronika, teknik industri, teknik sipil, teknik komputer, teknik lingkungan, teknik kimia, dan teknologi informatika. Si calon penerima beasiswa haruslah berada di semester III atau IV dan memiliki IPK minimal 2,60 (skala 4) atau 6,5 (skala 10), belum bekerja tetap, dan tidak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain.

Adapun program beasiswa S-1 Reguler YTA khusus untuk jurusan teknik, MIPA, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, IPK minimal 2,80, belum bekerja, dan tak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain.

Sementara itu, program Bantuan untuk Penelitian Tesis atau Disertasi Program Pascasarjana disediakan bagi staf pengajar universitas negeri atau staf lembaga penelitian milik pemerintah (LIPI/BPPT) yang sedang melanjutkan studi S-2 atau S-3 di perguruan tinggi negeri di Indonesia. Titik beratnya ada pada penelitian bidang teknik (diutamakan teknologi otornotif) dan lingkungan hidup.

Nah, jika informasi telah luas, persiapan telah matang, dokumen lengkap, dan mental siap, tunggu apa lagi? Segeralah berburu beasiswa. Jika gagal mendapat beasiswa dari satu lembaga, jangan putus asa. Masih banyak beasiswa yang bisa didapatkan dari lembaga atau negara lain. Yang diperlukan adalah kegigihan dan semangat pantang menyerah!

KOMPAS.com – Banyak kesempatan bisa diraih anak-anak cerdas Indonesia yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap meraih pendidikan tinggi. Impian itu dapat diraih lewat banyaknya lembaga penyedia beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Apa saja?

British Council Indonesia

Lembaga internasional yang bergerak di bidang budaya dan pendidikan ini menyediakan informasi terkait studi di Inggris. Beasiswa yang dikelola meliputi:

– the British Chevening Awards – Hornby Scholarships Program – Kontak: Telp: (021) 515 5561/Faks: (021) 515 5562/Email:information@britishcouncil.or.id/Website: http://www.britishcouncil.org

Australia Development Scholarship/ADS

Lembaga ini menangani pemberian beasiswa dari negara-negara berkembang. Kategori beasiswa yang dimiliki adalah:

– Beasiswa publik, untuk diberikan kepada pegawai kementerian, BUMN, dan PTN. – Beasiswa “open”, untuk diberikan kepada pekerja di sektor swasta. – Beasiswa “targeted”, dikhususkan bagi mereka yang bekerja di lembaga terkait program dan kegiatan AusAID, yang dalam hal ini adalah pegawai pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat. – Kontak: Telp (021) 527 7648/Faks: (021) 527 7649/Email: info@adsindonesia.or.id/Website: adsindonesia.or.id

Kedutaan Besar Jepang

Termasuk juga Konsulat Jepang di Surabaya, Medan dan Makassar, Kedutaan Besar Jepang rutin memberikan beasiswa. Program beasiswa yang dimiliki adalah:

– Monbukagakusho, yaitu beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT), seperti Program Beasiswa Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SLTA, dan Japanese bagi mahasiswa program studi Jepang, serta Teacher Training bagi guru. – Kontak: Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, JL MH Thamrin No 24 Jakarta 10350/Telp (62-21) 3192-4308 ext 175 atau 176/Website: http://www.id.emb-japan.go.jp.

Kedutaan Besar Italia

Menyediakan beasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana, magister, atau doktoral di universitas, sekolah tinggi, dan politeknik negeri tertentu ataupun kursus singkat di Italia.

– Alamat: the Italian Institute of Culture (IIC) Jl HOS Cokroaminoto No 117, Menteng, Jakarta Pusat, 10350/Telp (62-21) 392 7531/392 7532/Faks (62-21) 3101661/Website: http://www.iicjakarta.esteri.it/IIC_Jakarta.

Nuffic Neso Indonesia

Netherlands education support office (Neso) di Indonesia juga menawarkan bermacam program beasiswa bagi para pelajar dan masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studinya di Belanda. Beberapa progranya antara lain NFP, Huygens Scholarship Programme, dan StuNed.

Adapun website yang bisa diakses untuk mencari informasi beasiswa ini adalah http://www.nesoindonesia.or.id.

Lembaga beasiswa lainnya Dari Luar Negeri:

– Komisi Eropa – ASEAN Foundation – Nanyang University – (DAAD (Jerman) – Asian Development Bank-Japan Foundation – King Abdullan University of Science and Technlogy (KAUST) – Ford Foundation – Shell

Dari Dalam Negeri

– Grup Panasonic – Paramadina – Kementrian Komunikasi dan Informatika – Kementerian Pendidikan Nasional – Sampoerna Foundation – Djarum Bakti Pendidikan – Eka Tjipta Foundation – Yayasan Pendidikan Kalbe. (ATK/TON/LTF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s