Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Hari (Rabu) Ini Lebaran

berita

blogspot (ilustrasi)

PADANG – Jamaah Tarekat Naqshabandiyah yang mengklaim memiliki 1.000 lebih pengikut di Sumatera Barat melakukan takbiran di Surau Baitul Makmur, Pasar Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Pauh, Padang sejak pukul 20.00 WIB malam kemarin.

Menurut Guru Masjid Baitul Mamur usai shalat Isya semalam, mereka langsung mengumandangkan takbiran bertanda bahwa puasa mereka sudah selasai. “Sesuai perhitungan metode Hisab Munjid yang kami gunakan dalam menentukan awal bulan, 1 Syawal 1431 Hijriah jatuh pada Rabu besok,” ujarnya, Selasa malam. Sesuai dengan perhitungan Hisab Munjid tadi, pada hari ini genaplah 30 hari jamaah ini melakukan puasa. Tiap tahun, jamaah ini lebih cepat dua hari melakukan puasa dari jadwal yang ditetapkan pemerintah. Begitu juga dengan hari raya, mereka lebih cepat dua hari pada umumnya. Jamaah Naqsabandiyah sudah melakukan puasa sejak 8 Agustus lalu. Biasanya, jamaah ini didominasi kaum lanjut usia atau sekira 70 persen. Sisanya, barulah anak-anak dan orang dewasa. Mereka biasanya berkumpul di beberapa masjid di Kota Padang. Seperti kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, dan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

8.000 Anggota Naqsabandiyah Sumbar Salat Ied Hari Ini

Rabu, 8 September 2010 – 08:57 wib
berita

Ilustrasi (wordpress)

PADANG – Sekira 8 ribu anggota Tarekat Naqsabandiyah di Sumater Barat (Sumbar) melaksanakan salat Idul Fitri hari ini. Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Edizon Revindo mengatakan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri ini didasarkan pada kalender hisab munjid bahwa Lebaran untuk Naqsabandiyah jatuh pada Rabu, 8 September. “Kita tidak bermain-main dalam hal penetapan ini, karena kami punya dalil dari Alquran dan hadits yang menjadi turun temurun dilakukan para ulama dahulu,” ujar Edizon kepada okezone saat ditemui seusai salat Idul Fitri di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (8/9/2010).

Menurutnya, persoalan ini sudah dibahas di Kementerian Agama Sumbar pada 2 September lalu. Saat itu, Naqsabandiyah diundang untuk menyesuaiakn jadwal Lebaran bersama pada Jumat, 10 September lusa. “Tapi pada saat itu kami sampaikan alasan dan dalil-dalil. Akhirnya, Kemenag menerima perbedaan ini,” sambung Edizon. Pertermuan itu juga mematahkan anggapan bahwa Naqsabandiyah beraliran sesat. Di Seluruh Sumbar, lanjut Edizon, ada sekira 8 ribu anggota jamaah. Sebanyak 3 ribu di antaranya berdomisili di Kota Padang.

Sementara itu, berdasarkan pantauan okezone di Masjid Baitul Makmur yang merupakan pusat aktivitas Naqsabandiyah Sumbar, sekira 500 orang melaksanakan salat Ied, yang didominasi kaum lanjut usia. Salat ied dipimpin langsung oleh Edizon dengan khatib Safri Malin Mudo. Safri menyampaikan khutbahnya dalam bahasa Arab. Salat dimulai sekira pukul 07.50 WIB hingga 08.15 WIB. (ton)

sumber : http://ramadan.okezone.com/read/2010/09/07/335/371125/jamaah-tarekat-naqsabandiyah-hari-ini-lebaran (teb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s