Semangat Ikhlas; Semangat Yang Takkan Redup

Menulis tentang keagamaan bagi saya adalah sesuatu yang berat apalagi mengenai amalan hati yang begitu tinggi nilainya yaitu IKHLAS. Di samping itu kemampuan dalam tulis menulis masih rendah. Namun demikian adanya semangat ingin terus belajar dan berbagi mengantarkan saya untuk merangkai kata perkata sehingga tersusunlah tulisan ini yang tentunya banyak kekurangan di sana- sini. Terlintas dalam memoriku kalau gak salah sebuah hadits nabi (tak ingat perowinya) :” Ballighu ‘anni walau ayah’ artinya: sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat.

Ikhlas merupakan amalan hati yang begitu penting, begitu pokok. Hati yang ikhlas akan memunculkan sifat-sifat terpuji lainnya seperti sabar, pemaaf, zuhud dll. Hati yang ikhlas hanya dimiliki oleh para nabi, para wali dan orang-orang yang mendapatkan cahaya petunjuknya atas kehendakNya.

Secara bahasa Ikhlas artinya bersih, suci, murni tanpa ada sesuatu yang mengotori atau mencampurinya. Maka orang yang hatinya ikhlas adalah orang yang dalam  hatinya hanya ada Allah (ma fi qolb ghoirullah), sehingga apapun yang ia pikirkan , katakan maupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya adalah amal kebaikan (kebenaran secara syar’i) di niatkan semata-mata mengharap keridhoan dari Allah.

Ikhlas adalah ruhnya amal (perbuatan). sehingga fungsi ikhlas terhadap amal perbuatan kita laksana fungsi ruh atau nyawa bagi tubuh kita. Amal perbuatan baik kita akan sia-sia dihadapan Allah tanpa di niatkan dengan ikhlas. Hanya amal perbuatan yang baik dan benar dengan niat ikhlas yakni semata-mata mengharap ridlo Allah bukan mengharap pujian dan imbalan dari manusia yang akan di terima Allah.

Ikhlas adalah sebuah energi Ilahi yang mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. Juga merupakan sumber dari seluruh energi yang ada di alam semesta ini dengan intinya adalah manusia itu sendiri. Makanya ikhlas ini sangat subjektif adanya, dan begitu banyak terminogi yang mendefinisikan tentang ikhlas ini. Meski makna dan nilai serta tujuannya adalah sama yakni bagaimana kita melakukan penyerahan diri secara totalitas kepada Allah SWT. Namun sebagai wujud konkritnya dalam kehidupan sehari-hari begitu sulit untuk mengaplikasikannya !” Maka dari itu saking tidak mudahnya, sudah menjadi bukan rahasia umum lagi bagi yang mendalami pemahaman tasawuf, ikhlas adalah merupakan ilmu yang tertinggi di alam semesta ini.

Memaknai sebuah ikhlas atau keikhlasan memang tidak semudah yang dibayangkan ! diperlukan sebuah latihan yang tentunya didasari oleh sebuah pemahaman serta keimanan dan keyakinan yang utuh kepada Allah SWT. Ditambah dengan mental serta daya juang yang kuat untuk mencapainya. Ketika kita dihadapkan oleh sebuah realita yang buruk dalam hidup ini, maka disinilah peran ikhlas ini kita fungsikan. Bahkan disaat senang kita juga dituntun untuk selalu dalam keadaan ikhlas. Memang letak sulitnya dalam kehidupan ini adalah ketika manusia dituntut untuk selalu ikhlas dalam keadaan apapun suka maupun duka.

Lebih lanjut memaknai sebuah keikhlasan ini adalah bagaimana diri kita selalu dikondisikan dalam keadaan kosong atau nol, baik itu dengan sholat maupun zikir. Dengan begitu kita selalu bersih suci, tanpa noda, sekali ada noda terbersihkan dengan ikhlas ini. Banyak jalan menuju titik ikhlas. Diantaranya dengan sholat juga zikir ataupun tadarrus Al-quran. Namun ini masih sebuah esensinya, dan eksistensinya sendiri kita serahkan diri kita secara total hanya kepada Allah, lalu kemudian kita tutup dengan zikir sebanyak-banyaknya, se-khusyuk mungkin ! kalau perlu dan mampu tanpa putus. Yang ada hanya kekosongan dan kepasrahan. Ketenangan dan kedamaian yang laur biasa. Semuanya menuju ke satu titik yakni ikhlas. Walapun demikian untuk melaksanakan Ibadah tersebut saja, terkadang sangat sulit dan terasa berat untuk melakukannya. Padahal disinilah sebuah titik awal dari sebuah proses keikhlasan itu kita ingin capai.

Bukan hanya itu ketika kita terbiasa untuk selalu ikhlas dengan merasakan dan masuk kedalam sebuah eksistensiNya, eksistensi Allah SWT, maka berkah, rahmat, serta keselamatan, kebahagiaan dan sebagainya akan dengan mudah kita raih. Kualitas diri kita sebagai manusia dalam meniti aktifitas dalam kehidupan ini semuanya terealisasi dengan penuh berkahNya lahir maupun batin. Semua itu adalah manifestasi dari ikhlas.

Begitu luasnya makna dari ikhlas ini, sehingga bagi para ahli-ahli sufi memberikan berbagai interpretasi dari hasil penceburan dirinya dalam lautan ikhlas ini bahwa dengan berjuang dalam eksistensi ikhlas dalam kehidupan di dunia fana ini adalah merupakan salah satu dari makna jihad untuk bertemu dengan Allah SWT, dengan begitu secara tersurat dan tersirat mengatakan inilah sebuah ilmu teringgi yang diberikan oleh manusia, sebuah pemahaman yang hakiki di alam semesta ini. Barangkali kita masih ingat sebuah sinetron yang dibintangi oleh Deddy Mizwar, sebuah sinetron religius dengan tema yang didalamnya adalah bagaimana manusia bisa memaknai “Ilmu Ikhlas” dalam laku sehari-hari. Begitu juga buku yang dikarang oleh Erbe Sentanu, berjudul “Quantum Ikhlas” yang sempat popular di Indonesia, semuanya itu memberikan sebuah pemahaman bahwa ikhlas memang adalah sebuah fenomena manusia di dunia ini untuk begaimana kita bisa mengamalkannya kapan dan dimana saja.

Para Nabi dan Rasul adalah contoh teladan orang yang paling ikhlas. Mereka beribadah dan taat kepada Allah dengan memurnikan ketaatan (ikhlas). Mereka berjuang berdakwah menegakkan agama tauhid (islam) dengun penuh keikhlasan yakni dengan keimanan (tauhid) yang kokoh, berserah diri dan bersandar hanya dan hanya kepada Allah serta tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Mari kita contoh uswah kita Rasulullah Muhammad SAW, ketika awal dakwah beliau ketika setiap kali dalam perjalanan ke masjid untuk menunaikan shalat beliau dilempari seorang kafir quraisy berupa kotoran manusia, kotoran hewan, batu bahkan sampai beliau berdarah tetap sabar, pantang menyerah , tak ada dendam atau marah karena sudah tertanam hati yang tulus ikhlas. Kemudian suatu hari ketika ke masjid tak ada yang melempari yang ternyata orang yang biasa melempari kotoran sedang sakit, lalu Rasulullah adalah yang pertama dan satu-satunya orang yang menjenguk orang tersebut. Kemudian tersentuh lah hati orang tersebut lalu mengucapkan kalimah syahadat karena begitu mulia dan luhurnya akhlak Rasulullah.

Contoh juga ketika perlawanan kafir quraisy semakin menjadi-jadi banyak sahabat nabi yang dibunuh dengan kejam, dianiaya dengan begitu sadis ; bilal, sumayah, dan sahabat yang lain agar keluar dari islam tapi mereka tetap teguh karena keikhlasan sudah tertanam dalam hati mereka. Begitu juga Rasulullah yang terus menerus di teror akan di bunuh jika tidak menghentikan dakwah tapi beliau tetap tegar , tetap semangat dalam berjuang bukan demi jabatan, bukan demi uang/gaji tinggi , bukan pula demi mobil mewah, rumah mewah, villa tapi hanya demi Allah semata. Sampai -sampai beliau mengatakan kepada pamannya yang menyarankan utnuk mengentikan dakwahnya beliau berkata : “Demi allah yang jiwaku dalam genggamannya, seandainya matahari ditaruh di tangan kananku dan bulan ditangan kiriku aku tidak akan pernah menghentikan dakwah ini. Itulah semangat ikhlas ;  semangat yang takkan pernah redup.

Orang yang ikhlas akan  memberi sesuatu atau menolong kepada orang lain semata mengharapkan ridlo Allah, bukan karena mengharap pujian atau imbalan. Maka tidak ada pengaruh baginya ketika orang yang diberi menjadi baik pada kita atau tetap jahat, tidak peduli apakah dia memuji atau tidak.

Lalu bagaimanakah agar kita menjadi pribadi yang ikhlas? mari kita perhatikan dan kita hayati surat Al Ikhlas. Diantara pokok ikhlas adalah keimanan yang kokoh bahwa Allah itu satu, hanya Allah lah tempat kita bergantung, tempat kita bersandar, tempat kita memohon dan mengadu, tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun serta memurnikan ketaatan kepadaNya. ‘Wa’bud Robbaka hatta yaktiyakal yakin” sembahlah Allah sampai kau peroleh keyakinan (yang kokoh, yang kuat, yang benar).

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s