Pencegahan Dini dengan Mengetahui Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba

Adiksi atau ketergantungan terhadap Narkoba2 merupakan suatu kondisi di mana seseorangmengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat adiktif dan menunjukkan tanda-tandasebagai berikut (DSM IV, 1994)

Adanya proses toleransi, individu membutuhkan zat yang dimaksud dalam jumlah yang semakin lama semakin besar, untuk dapat mencapai keadaan fisik dan psikologis seperti pada awal mereka merasakannya.

Adanya gejala putus zat (withdrawal syndrome) seperti individu akan merasakan gejala-gejala fisik dan psikologis yang tidak nyaman apabila penggunaan zatnya dihentikan. Narkoba adalah singkatan dari Narkotika3, Psikotropika dan bahan / zat adiktif lainnya.4

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Heroin (Putaw), Morphin, Ganja (Marijuana)5

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Contoh : amphetamine dan ATS (Amphetamin tipe stimulant) seperti shabu, extacy dan obat penenang. (Yuridis : UU nomor 5 tahun 1997).

Bahan Adiktif berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, sintetis maupun bukan sintetis, yang dapat menimbulkan ketergantungan seperti nikotin yang terdapat dalam tembakau, alkohol6 dalam minuman beralkohol, termasuk inhalan antara lain lem aica aibon, tinner, bensin, spirtus, jamur kotoran kerbau dan kecubung7.

Zat psikoaktif yaitu suatu zat yang jika masuk ke dalam tubuh akan merubah fungsi dan struktur organ tubuh, juga berpengaruh pada otak sehingga dapat menimbulkan perubahan : sistem kesadaran, sistem pola pikir, sistem perasaan, sistem persepsi panca indera dan perilaku.

Dampak buruk Narkoba

a. Dampak buruk pada fisik

Daya tahan tubuh terhadap macam-macam penyakit menurun seperti mudah terkena penyakit paruparu,ginjal, hati, pencernaan, kelainan darah.

Gagal ginjal

Perlemakan hati, pengerutan hati, kanker hati

Rentan terhadap berbagai penyakit hepatitis B, C, dan HIV/AIDS

Cacat janin

Impotensi

Gangguan menstruasi

Pucat akibat kurang darah (Anemia)

Penyakit lupa ingatan / pikun

Pendarahan lambung

Radang Pangkreas

Radang Syaraf

Mudah memar

Menyebabkan kematian.

b. Dampak buruk pada mental (Psikologis)

Emosi tidak terkendali

Curiga berlebihan sampai pada tingkat waham (tidak sejalan antara pikiran dengan kenyataan)

Selalu berbohong

Tidak merasa aman

Tidak mampu mengambil keputusan yang wajar

Tidak memiliki tanggung jawab, lepas tanggung jawab tapi menuntut hak.

Merasa tidak ada yang peduli dan tidak ada yang mengerti, hidup seperti mimpi dan terjadi begitu saja, mendramatisir rasa kesepian.

Kecemasan yang berlebihan dan depresi

Ketakutan yang luar biasa

Hilang ingatan (gila)

c. Dampak buruk pada sosial

Hubungan dengan keluarga8, guru, dan teman serta lingkungannya terganggu

Mengganggu ketertiban umum

Selalu menghindari kontak dengan orang lain

Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan positif

Tidak peduli dengan norma dan nilai yang ada

Melakukan hubungan seks secara bebas

Melakukan tindakan kekerasan, baik Fisik, psikis, maupun seksual

Mencuri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s