Sindikat Rekam 264.000 PIN ATM

  • Bank Sanggup Ganti Kerugian

JAKARTA-Pembobol uang nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM) merupakan komplotan yang sangat mahir. Kini setidaknya mereka telah merekam 264 ribu personal identification number (PIN) milik pemegang kartu ATM.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jendral Edward Aritonang menuturkan, pihaknya telah menahan 13 tersangka. Mereka akan dikaitkan dengan sejumlah kasus yang terjadi di Kalimantan, Bali, dan Medan. Di antara tersangka terdapat bekas narapidana atau residivis.

Dari tangan 13 tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti peralatan pengganda kartu ATM, peralatan untuk menempelkan stiker, ratusan ribu nomor PIN dan nomor rekening, komputer, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Jumlah korban yang melapor hingga kini berjumlah 36 orang, dengan jumlah kerugian sementara Rp 5 miliar. ’’Terbanyak dari Bali dan sekitarnya, Kalimantan, dan Jakarta yang meliputi bank-bank besar, bahkan ada nasabahnya orang asing,’’ terang Edward di Jakarta, Sabtu (23/1) kemarin.

Dia meminta masyarakat tenang dan tidak khawatir bertransaksi lewat ATM, serta mempercayakan sistem pengamanan yang dilakukan bank. Pihak bank telah menyatakan kesanggupan mengganti kerugian nasabah dalam tempo secepatnya.

”Jangan percaya dengan orang-orang yang mau bantu kalau ada masalah. Pihak bank bilang sangat sulit membobol, kalau tidak ketemu data identitas ATM dengan PIN,” katanya.
Waspada Edward juga meminta pengguna ATM waspada bila hendak bertransaksi, terutama bila ada hal yang mencurigakan. Bila merasa ada kejanggalan, secepatnya PIN diganti. Dia menjelaskan, terdapat empat modus yang digunakan komplotan pembobol ATM. Yakni pelaku dengan segala cara seperti kamera, mengetahui data kartu ATM melalui skimmer, dan PIN ATM tersebut.

Cara lainnya, pelaku melakukan upaya agar kartu ATM tertahan di dalam saat digunakan. Sebelumnya, pelaku telah menempelkan nomor call center palsu. Saat nasabah menghubungi call center palsu tersebut karena panik, komplotan pelaku akan menanyakan identitas dan PIN. Lalu meminta nasabah datang keesokan harinya ke bank, karena kartu ATM telah tertelan.

Selain kedua modus itu, lanjut Edward, komplotan pelaku menggunakan alat penjepit kartu ATM yang tertelan. Mereka juga memberikan nomor call center palsu, agar nasabah memberikan data dan PIN.

Begitu korban meninggalkan lokasi ATM, dengan menggunakan penjepit, pelaku mengeluarkan kartu ATM yang terjepit. Menurut Edward, polisi akan mengembangkan call center palsu yang digunakan komplotan kejahatan tersebut.

Modus terakhir, pelaku yang telah mengetahui data-data kartu dan PIN, menjual data tersebut ke pelaku lainnya seharga Rp 1 juta per data. Pelaku terakhir inilah yang kemudian membobol uang nasabah.

Sementara itu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim) meringkus lima pria dan menetapkannya sebagai tersangka kasus pembobolan dana nasabah bank.
Selain para tersangka ini, polisi juga mencurigai keterlibatan orang dalam bank. “Tidak menutup kemungkinan mengarah ke sana,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, Sabtu (23/1).

Antonius juga mengatakan, para tersangka saat ini telah dipindahkan ke Mapolda Kaltim di Balikpapan. Sebelumnya mereka menjalani pemeriksaan di Samarinda.

Sebelumnya diberitakan, Polda Kaltim menangkap lima tersangka pembobol rekening bank. Mereka menggasak dana sejumlah nasabah bank Rp 4,7 Miliar melalui 344 transaksi.

Kelima tersangka adalah SA, AR, SY, IK serta SS. Mereka diyakini telah melakukan kejahatan perbankan dengan modus penggandaan kartu ATM milik nasabah.
Dibobol Terpisah, ATM milik Wenny Suhatri, nasabah Bank Mandiri Cabang Telkom Padang, Sumbar, di bobol pada Jumat (22/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Hal ini dikatakan Wenny Suhatri (55) warga Asrama Polisi Alai, melalui telepon, di Padang, dirinya terkejut saat mengetahui saldo tabungannya dikuras orang tak dikenal.

“Kejadian ini diketahui ketika berniat mengambil uang di ATM Mandiri Cabang Telkom Padang pada Jumat (22/1) sekitar pukul 08.30 WIB,” kata Wenny Suhatri saat dihubungi melalui telepon, di Padang.

Menurutnya, pada saat melakukan penarikan pada Kamis (14/1) saldo di dalam ATM Mandiri masih bersisa sebesar Rp 14.139.644. “Pada Kamis (22/1) mendapatkan sebuah pesan singkat (SMS) dari nomor 3355. Adapun isi pesan singkat memberitahukan ada debet rekening sebesar Rp 13.997.811 yang dikirimkan melalui Mandiri Grand Seriti Hotel, Bandung,” ujarnya.

Dia menambahkan, pesan singkat yang dikirimkan dari nomor 3355 ke nomor handpone miliknya tidak dihiraukan, menganggap pesan tersebut hal yang biasa.

“Namun pada saat melakukan pengambilan uang pada Jumat (23/1) di ATM Mandiri Cabang Telkom Padang terkejut saldo dalam ATM Bank Mandiri berkurang menjadi Rp 141.833. Akibat kejadian tersebut saya mengalami kerugian Rp 13.997.881. Merasa ATM Bank Mandiri di bobol orang tak dikenal langsung melaporkan kejadian yang dialami,” jelasnya.

Kasat Reskrim Poltabes Padang AKP Rio Marbun mengatakan, modus pembobolan ATM nasabah Bank Mandiri tersebut merupakan kasus yang pertama kali terjadi di Kota Padang.(J21,dtc,ant-45,76). www. suramerdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s