Respon Masalah Hak Cipta, Youtube Cabut Video Pengguan

NEW YORK – Awal Desember lalu, Juliet Weybret, seorang siswi sekolah menengah tahun kedua dan calon bintang rock masa depan, dari daerah Lodi, California, merekam video dirinya sendiri bermain piano membawakan lagu Winter Wonderland. Lalu, ia menaruhnya di situs YouTube.

Namun, beberapa pekan kemudian, seperti diberitakan New York Times, Weybret tiba-tiba menerima sebuah e-mail dari YouTube. Isinya menyebutkan bahwa videonya harus dicabut “sebagai ekses dari pemberitahuan pihak ketiga oleh Warner Music Group (WMG)” – yang kebetulan memang adalah pemegang hak cipta lagu Natal yang dimainkan sang siswi tersebut.

Kasus Weybret bukanlah satu-satunya. Konon, sudah tak terhitung lagi para pengguna YouTube yang belakangan mengalami masalah sama; sama-sama terkena dampak penyelesaian masalah hak cipta antara WMG dan YouTube yang dimiliki oleh Google. Konflik ini sebenarnya berpusat pada seberapa banyak WMG harus dibayar atas penggunaan karya-karya ber-copyright-nya – terutama video-video musik – yang kemudian berkembang melibatkan material lain bikinan para pengguna (amatir) yang juga dianggap melanggar aturan hak cipta.

“Ribuan video telah menghilang,” ujar Fred von Lohman, staf pengacara dari Electronic Frontier Foundation, sebuah grup kemerdekaan sipil internet yang menyarankan para pengguna yang terkena masalah untuk mengontak mereka.

“Kalau tidak dimatikan suaranya, ya, videonya yang mereka (YouTube) cabut,” tambah Fred memaparkan keprihatinannya.

Seorang juru bicara pihak WMG, menyatakan bahwa sistem Youtube-lah yang dalam mengidentifikasi material dengan hak cipta itu, tidak memisahkan antara video musik karya profesional dengan buatan orang biasa yang kebetulan mengandung unsur karya ber-copyright itu.

“Kami dan artis-artis kami merasakan juga rasa frustrasi para pengguna (YouTube), ketika konten milik mereka tak ada lagi. (Padahal) YouTube mendapatkan keuntungan dari konten yang dimasukkan para fans, yang mestinya (memang) memerlukan izin dari pemegang hak cipta,” kata Will Tanous, sang juru bicara.

“Dalam proses ini, kami memang membuat Youtube lebih memperhatikan konten-konten di bawah lisensi WMG. (Namun) kemudian, alat identifikasi konten mereka (YouTube), mencabut semua lagu-lagu tanpa izin, tak peduli bagaimana sebenarnya konten itu digunakan,” tambahnya. (ito/JPNN.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s