Program Beasiswa Bidik Misi 2010 untuk Calon Mahasiswa

BANDUNG Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meluncurkan program Beasiswa Bidik Misi melalui penandatanganan MoU dengan para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) baik yang berada di lingkungan Depdiknas maupun Departemen Agama.

Penandatanganan MoU tersebut diadakan di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), semalam. Program Beasiswa Bidik Misi ini merupakan satu dari delapan program yang dicanangkan dalam 100 hari Depdiknas.

Program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan kesempatan mengenyam bangku kuliah bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu. Mendiknas mengatakan, beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa besarnya Rp10 juta/tahun dan disiapkan bukan hanya untuk biaya kuliah, juga biaya hidup selama penerima beasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pada tahun pertama atau akademik 2010-2011, program ini akan menjaring sebanyak 20.000 calon mahasiswa baik dari lulusan SMA/SMK/MA maupun program kesetaraan paket C dengan melibatkan sebanyak 104 PTN yang terdiri atas 82 PTN di bawah pengelolaan Depdiknas yang mencakup universitas, institut, politeknik, serta 22 PTN yang dikelola Depag.

Ini merupakan program seratus hari Depdiknas yang selesai sebelum waktunya. Kami harap dapat mengikis angka kemiskinan angkatan sekolah dan memberikan mereka peluang kerja lebih baik lagi, tutur Nuh. Dia menambahkan, momentum penandatanganan MoU Beasiswa Bidik Misi merupakan hal yang bersejarah dalam dunia pendidikan nasional.

Sebab, baru kali ini pemerintah memberikan beasiswa bagi PTN dengan jumlah yang sangat besar. Bahkan, dia berharap target 20.000 mahasiswa kurang mampu yang terjaring angkanya bisa dilampaui, mengingat warga kurang mampu di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Dirjen Dikti Fasli Jalal mengatakan, dalam penentuan berapa jumlah mahasiswa yang akan diterima di tiap-tiap PTN secara umum pihaknya telah mengatur dalam bentuk pedoman dan tata cara perekrutan. Para peserta dapat memilih dua program studi, baik di satu perguruan tinggi maupun perguruan tinggi berbeda. Begitu juga dengan pilihan jalur diploma tiga, empat, maupun S1.

Saat ini, penduduk miskin di Indonesia mencapai 20 persen. Sebanyak 3,3 persen di antaranya masih dapat mengenyam pendidikan. Mudah-mudahan dengan program ini angkanya bisa ditingkatkan lagi,? ucap Fasli.
Sementara itu, Rektor Unpad Ganjar Kurnia menambahkan, proses verifikasi akan dilakukan untuk memastikan apakah mahasiswa yang bersangkutan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu atau bukan. Banyak dari mahasiswa yang kurang mampu tapi memiliki kemampuan akademik yang cukup baik, bahkan tingkat drop out-nya juga rendah.

Mekanisme yang kami tempuh dengan melakukan verifikasi dari mulai keterangan kepala desa bahkan hingga ke rumahnya untuk memastikan jika dia benar-benar mahasiswa yang memerlukan bantuan, pungkasnya.

Didik Penghuni LP

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) merencanakan fasilitas pendidikan bagi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP). Mendiknas Muhammad Nuh menjelaskan, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada para tahanan yang masih berusia sekolah dan remaja untuk mengenyam pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. Nuh menjelaskan, pemerintah berupaya membangun sekolah di LP sebagai sarana pendidikan bagi tahanan berusia sekolah atau mengadakan universitas terbuka bagi narapidana remaja yang seharusnya berkuliah.

Dengan demikian, saat mereka bebas, mereka dapat memiliki ijazah pendidikan, kata Nuh kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan,kemarin. Menurut dia, Depdiknas melakukan kajian di tiga LP, yakni LP anak di Tangerang, Banten; LP Sukamiskin, Bandung; dan LP Cipinang, Jakarta. Menurut Nuh, tiga LP tersebut akan dijadikan percontohan bagi proyek ini. ?Ada LP yang memungkinkan untuk dibangun pendidikan formal, ada juga yang tidak. Nah yang ini menerapkan pendidikan informal,? jelas Nuh. Nuh tidak menegaskan kapan program yang mengejewantahkan prinsip education for all itu direalisasikan. Yang jelas, mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Mereka harus mengenyam pendidikan,tandasnya.

Sementara itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku siap mengoordinasikan rencana ini dengan pemerintah pusat. Ini merupakan terobosan baru dari pemerintah yang harus disambut, kata Heryawan. Dia mengaku segera memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Jabar untuk membentuk tim untuk merencanakan hal ini. Tetapi, Heryawan belum mengetahui kapan rencana tersebut akan direalisasikan. Yang jelas, kami akan ikut mempersiapkan hal ini. Tergantung konsep yang disusun pemerintah pusat, kemungkinan besar untuk tahun ajaran baru di 2010, tandasnya.

Sementara itu Kepala LP Sukamiskin Bandung Murjito menyambut baik program yang dicanangkan Depdiknas tersebut. Sebab, dengan program tersebut, para narapidana diberikan kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan formalnya. Tentunya dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Depdiknas, ujarnya. Murjito merencanakan mulai hari ini pihaknya segera menginventarisasi para narapidana yang berusia dan berhak mengenyam pendidikan dan memiliki persyaratan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Menurutnya, wewenang LP hanya memfasilitasi program UT Masuk LP ini. Kami benar-benar bersyukur dengan program ini, karena hak narapidana yang dikekang hanyalah masalah kebebasannya saja. Sementara hak-hak lain seperti hak hidup dan hak mengenyam pendidikan dijamin negara,ungkapnya. Saat ini, sambung Murjito, LP Sukamiskin sudah menggelar pendidikan formal bagi para narapidana.

LP ini, mengadakan paket A, B, dan paket C untuk para napi. Ini diseusaikan dengan pendidikan napi sebelum masuk, ujarnya. (Koran SI/Koran SI/mbs) sumber: kampus.okezon.com

download panduan
download formulir pendaftaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s