SMA Sukorejo Kendal

SMA N 1 Sukorejo salah satu dari banyak sekolahan menengah pertama di wilayah Sukorejo, Banyak sekali SLTA di daerah saya (Sukorejo Kendal) ini, selain sekolah ini juga SMA N 2 Sukorejo yang katanya sih sedang bergerak menuju Berstandar Nasional, juga SMK N sukorejo, MA Darul Amanah mudah-mudahan bisa terus meningkatkan kwalitasnya.

Dampak Makanan Haram

Secara substansi, setiap barang atau benda yang diharamkan oleh Allah pada dasarnya mempunyai kandungan hikmah dan manfaat. Namun, manusia tidak selalu mampu menelusuri kandungan dan manfaat apa yang menjadi ketentuan Allah, karena keterbatasan daya jangkau akalnya.
Keharaman minuman keras atau daging babi tidak selalu dapat kita temukan hikmah yang bersifat dzahir (nampaknya) saja. Dulu banyak orang berfikir bahwa haramnya minuman keras karena memabukkan yang dapat merusak kesehatan manusia. Namun alasan kesehatan akan kehilangan relevansinya kalu minuman keras diminum oleh orang atau masyarakat di daerah yang mempunyai cuaca yang sangat dingin seerti di daerah kutub misalnya. Hal yang sama berlaku terhadap daging babi. Kalau dahulu orang mencari sebab-sebab keharaman babi lebih karena mengandung cacing pita yang bisa mengganggu kesehatan, tetapi dengan perkembangan teknologi mutakhir, ternyata cacing pita itu bisa dihilangkan dengan metode tertentu. Lalu apakah keharaman nya akan menjadi hilang? tentunya tidak demikian adanya.

Dalam doktrin ajaran islam, bahwa keharaman dan kehalalan sesuatu secara substansinya itu merupakan otoritas mutlak yang dipunyai Allah SWT yang tidak boleh diotak-atik akal manusia yang terbatas. Manusia hanya boleh menduga-duga maksud hakiki dari Syari’ (Allah) tanpa harus menyimpulkan secara mutlak. Salah satu kaidah fikih menyebutkan sebuah ketentuan : “:Janganlah kamu tanyakan apa yang ditetakan oleh Allah”.
Jadi kita harus menerima apa-apa yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, baik berupa perintah maupun larangan. Kekuatan iman seseorang menjadi penentua kepatuhan yang dalam terhadap ajaran Allah. Ketika Allah mengharamkan sesuatu secara substansinya, maka bagi orang beriman seharusnya tidak bertanya “Mengapa Allah mengharamkan ini?”.
Hal ini disebabkan apa yang disyariatkan Allah kepada manusia adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Maka dari itu, kalau manusia melanggar hukum Allah pasti akan mendapatkan dampak negatif dari pelanggarannya itu. Kalau dokter berkata, “Anda dilarang makan makanan yang berkolesterol tinggi!” pasti anda berusaha menjauhinya bukan? dan anda pasti tahu akibat dari pelanggaran anjuran dokter tersebut. Itu baru anjuran dokter, sedangkan Allah adalah Mahadirajanya dokter, kenapa masih ada yang tidak menurut perintahNya?
Mengingat pentingnya konsumsi yang halal bagi manusia, dan harapan Allah agar manusia selalu dalam kebaikan, baik jasmani maupun rohani, maka islam memberikan perhatian dan peringatann keras terhadap kaum muslimin agar tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang haram. Dalam pandangan Islam, daging yang tumbuh dari makanan atau minuman yang haram secara dzatiyah, dianggap sebagai bagian dari api neraka dan diancam hukuman dibakar (diakhirat) kelak. Hal ini seiring dengan hadits nabi yang artinya :”Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka itu lebih utama dengannya” (HR. Turmudzi).

Makanan dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Manusia

Dalam suatu khutbah jum’at di sebuah masjid di Jakarta, seorang khatib pernah menyampaikan khutbahnya dengan memaparkan fakta-fakta yang menimpa negeri kita. Menurutnya, negeri ini berantakan dan kacau balau dengan berbagai kerusuhan, kejahatan, pengrusakan, huru hara etnis, agama dan ras, kericuhan politik, saling fitnah dan lain-lain disebabkan oleh perilaku mungkar para pemimpinnya. Mereka membangun ketamakan kekuasaan melalui jalan menghalalkan segala cara dan mengembangkan “terorisme” mental dengan budaya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Ironisnya perilaku ini diikuti oleh sebagian besar pejabat negara dan masyarakat umum lainnya.

Kemudian khatib tersebut mengambil benang merah yang membuat sebagian jama’ah yang ngantuk menjadi terbangun. Dia menyimpulkan bahwa ada korelasi yang sangat kuat antara fenomena tersebut dengan budaya makan dan minum masyarakat kita setiap hari. Makanan yang dimakan dan minuman yang diminumnya disinyalir tidak sepenuhnya terbebas dari barang haram, baik secara zat maupun luar zatnya (cara memperolehnya). Minuman keras, lemak/daging anjing/babi, riba, korupsi, penggelapan, pemalakan, pemalsuan, “penyunatan” dan sebagainya telah merasuki dan menjadi budaya yang sangat memprihatinkan di kalangan para pejabat, politisi, hakim, jaksa, pengacara, pengusaha, bahkan sudah merambah pada masyarakat umum lainnya.

Kalau benang merah itu benar, kita bisa menyimpulkan bahwa perilaku orang yang suka membuat keonaran, kerusuhan, keributan politik dan sebagainya diantaranya disebabkan oleh dampak negatif dari makanan dan minuman yang setiap harinya dikonsumsi. Bagi mereka, makanan dan minuman hanya diletakkan dalam tataran kepentingan yang tidak mempunyai kaitan sama sekali dengan dimensi spiritualisme. Apapun yang masuk ke perut mereka dianggap tidak berdampak apa-apa terhadap keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam

SMP N 1 Sukorejo atau MTs Darul Amanah Sukorejo ya…?

Judul tulisan ini pernah menjadi pertanyaan di benak saya setelah saya dinyatakan lulus dari SD Negeri Damarjati. Dan saya yakin sebagian besar siswa mengalami kebimbangan dalam memilih sekolah untuk melanjutkan studinya setelah ia lulus dari suatu jenjang pendidikan yang telah ia tempuh. Saya pun mengalami hal yang sama, saya bimbang ketika harus memilih SMP N 1 Sukorejo atau MTs Darul Amanah kah?

Lulus SD dengan nilai yang menurut saya cukup baik dengan nilai rata-rata NIM 8, saya yakin dan berharap bisa diterima di SMP N 1 Sukorejo sehingga berharap sekolahan tersebut sebagai pilihan kelanjutan studi saya. Namun harapan tidak selalu menjadi kenyataan, orang tua berharap saya melanjutkan di MTs Darul Amanah agar tidak hanya ilmu umum saja yang didapat tetapi juga ilmu agama.Bagi saya SMP 1 Sukorejo bagus Mts Darul Amanah juga good walaupun akhirnya MTs Darul Amanah menjadi pilihan saya.

SMP Negeri 1 Sukorejo Kendal adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. SMP Negeri 1 Sukorejo merupakan SMP negeri tertua di kawedanan Selokaton. Sekolah ini terletak di kota Sukorejo, dengan alamat Jl Lapangan Sukorejo. Sedangkan MTs Darul Amanah adalah sekolah setingkat SMP dengan berbasis agama Islam dan Pesantren Modern. Sekolah ini terletak di Desa Ngadiwarno kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal.

Program Beasiswa Bidik Misi 2010 untuk Calon Mahasiswa

BANDUNG Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meluncurkan program Beasiswa Bidik Misi melalui penandatanganan MoU dengan para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) baik yang berada di lingkungan Depdiknas maupun Departemen Agama.

Penandatanganan MoU tersebut diadakan di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), semalam. Program Beasiswa Bidik Misi ini merupakan satu dari delapan program yang dicanangkan dalam 100 hari Depdiknas.

Program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan kesempatan mengenyam bangku kuliah bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu. Mendiknas mengatakan, beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa besarnya Rp10 juta/tahun dan disiapkan bukan hanya untuk biaya kuliah, juga biaya hidup selama penerima beasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Continue reading

SKRIPSI PTK, MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP N 1 MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD

ABSTRAK

Subaktiningsih, Tri. 2007 : Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 pada Materi Pokok Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Melalui Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD. Jurusan Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang.

Pada proses belajar mengajar, sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di SMP N 1 Mejobo Kudus, masih banyak siswa kelas VII yang mengalami kesulitan dalam matematika terutama pada materi pokok Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel. Hal ini terlihat dari hasil nilai rata-rata yang dicapai kelas VII pada pokok bahasan tersebut pada tahun pelajaran 2004/2005 dan 2005/2006  berturut-turut 5,5 dan 5,85. Atas pertimbangan di atas, maka diterapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD yang mana dapat memberikan suasana yang lain dalam kelas sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah melalui implementasi model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP N 1 Mejobo Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel. Continue reading

SKRIPSI PTK, MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

ABSTRAK

Istianah. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual. Jurusan Matematika Universitas Negeri semarang.

DOWNLOAD FULL SKRIPSI.pdf

Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Peserta didik kelas IX SMP 2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Continue reading