MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

ABSTRAK

Istianah. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual. Jurusan Matematika Universitas Negeri semarang.

Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari. Peserta didik kelas IX SMP 2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Continue reading

SKRIPSI PTK, MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

ABSTRAK

Istianah. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual. Jurusan Matematika Universitas Negeri semarang.

DOWNLOAD FULL SKRIPSI.pdf

Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Peserta didik kelas IX SMP 2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Continue reading

SKRIPSI PTK, UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP N I BALAPULANG DALAM POKOK BAHASAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

ABSTRAK

Kholisoh, 4101906178 “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A SMPN 1 Balapulang dalam Pokok Bahasan Persamaan Liniar Satu Variabel Melalui Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning (CTL)).” Skripsi, Semarang, FMIPA. Program Studi S1 Pendidikan Matematika, UNNES.

DOWNLOAD FULL SKRIPSI.pdf

Latar belakang penelitian adalah nilai rata-rata tes formatif pada pokok bahasan persamaan linear satu variabel SMP N I Balapulang tahun pelajaran 2003 – 2006 adalah 5,7. Permasalahannya adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP N I Balapulang dalam pokok bahasan persamaan linear satu variabel? Tujuan penelitian ini adalah ingin meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Manfaat penelitian adalah bagi siswa, bagi guru, dan bagi sekolah.

Metode dalam penelitian ini adalah metode tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, di mana tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP N I Balapulang Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2006/2007, yang terdiri dari 40 siswa. Indikator keberhasilan adalah nilai siswa secara individu 75 dan secara klasikal 75% dari semua Siswa.

Hasil penelitian yang dapat peneliti sajikan adalah sebagai berikut: Pada siklus pertama, siswa yang tuntas belajar klasikal 23 siswa (57,5%) dan yang tidak tuntas 17 siswa(42,5%) dengan rata-rata kelas 68,75 daya serap 68,75%. Pada siklus kedua, siswa yang tuntas belajar klasikal 27 siswa (67,5%) dan yang tidak tuntas belajar 13 siswa (32,5%) dengan rata-rata kelas 74,25 daya serap 74,25%. Pada siklus ketiga, siswa yang tuntas belajar klasikal 31 siswa (77,5%) dan tidak tuntas belajar 9 siswa (22,5%) dengan rata-rata kelas 77 atau daya serapnya 77%. Karena sudah memenuhi target yang diharapkan maka proses penelitian dihentikan pada siklus ke tiga.

Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learnng (CTL)) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pokok bahasan persamaan linear satu variabel pada siswa kelas VII A SMP N 1 Balapulang Kabupaten Tegal tahun pelajaran 2006/2007. Aktivitas dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar meningkat serta kemampuan guru dalam kegiatan Pembelajaran juga meningkat. Oleh sebab itu dalam pembelajaran disarankan guru menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.