Download Full Skripsi Pendidikan, TA PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN DALAM ANALISIS DATA PENELITIAN (ANALISIS VALIDITAS, RELIABILITAS, DAYA PEMBEDA, TARAF KESUKARAN, UJI T, KORELASI , REGRESI DST, SILAHKAN BACA CONTOH RUMUS DAN PERHITUNGANYA DISINI

  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN KERTASINDUYASA 03 KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES DALAM POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DENGAN TEKNIK MENYIMPAN  MELALUI ALAT PERAGA KANTONG NILAI PLASTIK TRANSPARAN. download full here
  • BIMBINGAN BELAJAR MENGURUTKAN BILANGAN KELAS II DI SD NEGERI PERUMNAS KRAPYAK 02  SEMARANG.Download Full Disini
  • BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS.Download Full Disini
  • BIMBINGAN BAGI SISWA-SISWI YANG MENGALAMI KESULITAN PADA OPERASI HITUNG BILANGAN PERKALIAN KELAS III SEKOLAH DASAR. download Full skripsi here
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM MENCERITAKAN KEGEMARAN SISWA MELALUI PERCAKAPAN. download Full skripsi here
  • MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERHITUNG DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KARTU ANGKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SILIWANGI 02 SEMARANG BARATdownload Full skripsi here
  • PENGGUNAAN METODE EKSPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG BILANGAN CAMPURAN PENJUMLAHAN DAN PEMBAGIAN DI SD NEGERI PURWOYOSO 02 KOTA SEMARANG.download Full
  • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DIGRAF MELALUI PROSES MENULIS PADA SISWA KELAS SATU SD.download Full
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN KERTASINDUYASA 03 KE CAMATAN JATIBARAN KABUPATEN BREBES   DALAM POKOK BAHASAN
    PENJUMLAHAN DENGAN  TEKNIK MENYIMPAN  MELALUI ALAT PERAGA KANTONG NILAI  PLASTIK TRANSPARAN . download full here
  • MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI GUMALAR 01 ADIWERNA DALAM MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DALAM KELOMPOK– KELOMPOK BELAJAR  download full here
  • KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP. download full
  • PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA (SAINS)  BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI KEBONSARI KABUPATEN TEMANGGUNG    download full
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEM BELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI ( TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP PEMAHAMAN  KONSEP PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS X SEMESTER II SMU  NEGERI 14 SEMARANG  TAHUN PELAJARAN 2005/2006 download full here
  • APLIKASI MS. ACCESS, MS. EXCEL DAN MICROSOFT  VISUAL BASIC 6.0 PADA SISTEM KOMPUTERISASI KESISWAAN SMA NEGERI 7 PURWOREJO download full
  • MENINGKATKAN HASIL BELA JAR SISWA KELAS X -6 SMA N 1 GRABAG KABUPATEN MAGELANG  POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI  BERBANTUAN  LKS  download full
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI POKOK
    BANGUN RUANG SISI DAT AR SISWA KELAS VIII   SMP N 3 DEMPET TAHUN PELAJARAN 2006/200 download full
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA COOPERATIVE LEARNING TIPE  STAD MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA SUB MATERI POKOK KELILING DAN LUAS DAERAH LINGKARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK  KELAS VIII SEMESTER II SMP NEGERI 4 KUDUS  TAHUN PELAJARAN 2006/2007 download full
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP N 1 MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK PERSAMAAN DAN
    PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN  COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD  download full
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL  TEACHING AND LEARNING UNTUK  MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA  KELAS VIII I SMP N 1 ADIWERNA KABUPATEN TEGAL  DALAM POKOK BAHASAN PYTHAGORAS download full
  • KEEFEKTIFAN PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM DENGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SUB MATERI POKOK KELILING DAN LUAS LINGKA RAN PADA SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR GIRIWOYO WONOGIRI download full
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  PESERTA DIDIK KELAS VIII.E SEMESTER 1 SMP 1 JATI KUDUS DALAM POKOK BAHASAN TEOREMA  PYTHAGORAS   MELALUI  IMPLEMENTASI  MODEL  PEMBELAJARAN COOPERATIVE  LEARNING  TYPE  STAD TAHUN PELAJARAN 2006/2007  download full
  • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI P OKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN  KONTEKSTUAL  download full
  • UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  SISWA KELAS VII A SMP N I BALAPULANG DALAM POKOK BAHASAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
    MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) download full
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF  TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHI EVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN  PEMECAHAN MASALAH
    MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 2 ADIMULYO KEBUMEN PADA SUB POKOK BAHASAN  PERSEGI PANJAN G DAN PERSEGI download full

IKLAN

DAPAT UANG LEWAT DOWNLOAD DI INTERNET ?

ANDA YANG HOBI DOWNLOAD LAGU, GAME, APLIKASI, E BOOK GRATIS DISINI,,

Silahkan klikjudul koleksi file dibawah ini untuk mendapatkan gambaran, apa saja yang bisa Anda download langsung dari Pustaka Link UangDownload ! (Daftar akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu …)

contreng Koleksi Film, Bioskop dan Video Clip, baik Lokal maupun Barat
contreng Koleksi Games (PC, PS2, PS3, Nintendo, DS, X-Box dll.)
contreng Koleksi MP3 Musik, Wayang, MLM, Ceramah Agama, Motivasi dll
contreng Koleksi eBook, Tutorial, Buku-Buku Pelajaran dan eBook-eBook dari Situs Berbayar !
contreng Koleksi Operating System (Linux, Mac, Windows, DOS)
contreng Koleksi Aplikasi dan Games untuk PDA / Mobile / HandPhone / iPod
contreng Koleksi Script, termasuk PHP, JavaScript, Java, CGI, CMS, Ajax dll.
contreng Koleksi Software & Drivers, termasuk Anti Virus/Spyware
contreng Koleksi Tutorial, baik berupa Video mupun Audio
contreng Koleksi File Bonus Khusus Untuk VIP Members

SEKALIGUS JIKA ANDA MENJADI MEMBER ANDA BERKESEMPATAN MEMPEROLEH PENGHASILAN TAMBAHAN TANPA HARUS SUSAH PAYAH,,,ANDA TAK PERLU BUAT WEBSITE, ATAUPUN PROMO, ,,,

BACA LENGKAPNYA DI LINK DI SINI

DAFTAR DI SINI

Demi Tetap Eksisnya blog ini dalam memeberikan sejumlah informasi yang semoga banyak manfaatnya karena keterbatasan dana untuk biaya akses internet maupun tenaga, dengan sangat terpaksa saya mohon keikhlasan Saudara memberikan donasi ke rekening bank mandiri semarang no. 900-00-0935944-0 (an. M.Akhsin Rosyadi) se ikhlasnya, untuk keterangan lanjut hub. 087831456291, terima kasih,

Model-model Pembelajaran :

1. Pembelajaran Kontekstual
Belajar secara kontekstual adalah belajar yang akan terjadi bila dihubungkan dengan pengalaman nyata sehari-hari, Blanchand (2001) menjelaskan sebuah hasil penelitian  kognitif yang menunjukkan bahwa sekolah–sekolah (yang pengajarannya di kelola secara tradisional) tidak membantu peserta didik dalam menerapkan pemahamannya terhadap bagaimana sesorang itu harus belajar dan bagaimana menerapkan sesuatu yang dipelajari pada situasi baru.

Pembelajaran kontekstual dapat dilakukan dengan menerapkan tujuh komponen CTL , yaitu.
1.   Konstruktivisme (Constructivism)
Merupakan landasan berfikir atau filosofi pendekatan  CTL  yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Untuk itu tugas guru adalah me mfasilitasi proses tersebut dengan:
a.   menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa,
b.   memberi kesempatan siswa menemukan dan merepkan idenya sendiri dan
c.   menyadarkan siswa agar menerapkan  strategi mereka sendiri dalam belajar

2.   Menemukan ( Inquiry)
Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan berbasis CTL . Pengetahuan dan pengetahuan yang  diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri.  Siklus inquiry: a.   observasi (observation ) b.   bertanya (questioning ) c.   mengajukan dugaan (hiphotesis) d.   pengumpulan data ( data gathering )
e.   penyimpulan ( conclusion)

3.   Bertanya (Questioning)
Bertanya dalam pembelajaran  dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berfikir siswa. Bagi siswa, kegiatan bertanya  merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiri, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya,
4.   Masyarakat Belajar (Learning Community)
Dalam kelas  CTL , guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok  belajar. Siswa dibagi kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tau memberi tahu yang  belum tahu, yang mempunyai gagasan segera memberi usul, dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah.

5.   Pemodelan (Modeling )
Dalam pendekatan CTL  guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Seorang siswa bisa ditunjuk untuk memberi contoh temannya cara melafalkan suatu kata. Siswa “contoh” tersebut dikatakan sebagai  model. Siswa lain bisa menggunakan model tersebut sebagai “standar“ kompetensi yang harus dicapainya.

6.   Refleksi (Reflection)
Refleksi juga bagian penting dalam pembelajaran dengan pendekatan  CTL. Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berfikir kebelakang apa yang su dah kita lakukan dimasa lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktifitas, atau pengetahuan yang baru diterima. Kunci  dari itu semua adalah bagaimana pengetahuan itu mengendap dibenak si swa. Siswa mencatat apa yang sudah dipelajari dan bagaimana merasakan ide-ide baru. Pada akhir pelajaran, guru menyisakan waktu seje nak agar siswa melakukan refleksi.
7.   Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assesment)
Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan siswa perlu diketahui ol eh guru agar bisa memastikan bahawa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penilaian (assessment) bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar siswa. Hal-hal yang bisa digunakan dalam menilai prestasi siswa adal ah laporan, PR, kuis, karya tulis, presentasi, jurnal dan lain-lain.

2. Model pembelajaran kooperatif tipe  TAI

Model pembelajar an kooperatif tipe  TAI merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berfikir  yang berbeda untuk sa ling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bant uan (Suyitno,2002:9). Dalam model ini, diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Disamping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok kec il. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan da n ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI memiliki 8 (delapan) komponen, yaitu
a.   Teams,  yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 6 siswa.
b.   Placement test, yakni pemberian pre-tes kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa dalam bidang tertentu.

c.   Student Creative , melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.

d.   Team Study, yaitu tahapan tindakan belaja r yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan  guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya.
e.   Team Scores and Team Recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan  criteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tgas.
f.   Teaching Group , yakni pemberian materi  secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
g.   Facts Test,  yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa.
h.   Whole Class Units, yaitu pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah

3. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan model pembelajaran kooperatif untuk pengelompokan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. Pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dikelompokkan dengan beranggotak an 4-5 orang siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi , sedang dan rendah. Di akhir pembelajaran diberikan tes kecil yang dikerjakan secara individu.
Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, kerja tim, kuis, skor perbaikan
individu, dan penghargaan tim.
a.   Presentasi Kelas
Bahan ajar dalam STAD mula-mula diperkenalkan melalui presentasi kelas oleh guru. Presentasi kelas harus jelas-jelas memfokuskan pada unit STAD tersebut. Dengan cara ini, siswa
menyadari bahwa mereka harus sungguh-sungguh memperhatikan untuk membantu mengerjakan kuis de ngan baik dan skor kuis mereka menentukan skor timnya.
b.   Kerja tim
Tim terdiri dari 4-5 orang siswa yang mewakili heterogenitas kelas dala m kinerja akademik. Fungsi utama tim adalah menyiapkan anggotanya agar berhasil menghadapi kuis. Setelah guru mempresentasikan bahan ajar, tim tersebut berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan siswa (LKS).
c.   Kuis
Setelah satu sampai dua periode presentasi guru dan latihan tim, siswa akan dikenai kuis  individual. Siswa  tidak dibenarkan saling membantu selama kuis berlangsung.
d.   Skor perkembangan individu
Setiap siswa dapat menyumbangkan poin maksimum kepada timnya dalam sistem penyekoran. Setiap siswa diberikan sebuah skor dasar, yang dihitung dari kinerja rata-rata pada kuis serupa sebelumnya. Kemudian siswa memperoleh poin untuk timnya didasarkan pada berapa banyak skor kuis yang melampaui skor dasar mereka. Berikut ini langkah-langkah menentukan skor perkembangan yakni:
1)     Setiap siswa diberi skor berdasarkan skor kuis sebelumnya.
2)   Siswa memperoleh poin untuk kui s yang terkait dengan materi pelajaran yang disampaikan pada saat itu.
3)   Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya ditentukan dengan pencapaian nilai yang sama atau melampaui skor dasar
mereka.
e.   Penghargaan tim
Setiap kuis terlaksana, sesegera mungkin guru mengumumkan skor perbaikan individual dan skor tim, dan menghadiahkan  penghargaan kepada tim yang memperoleh skor
tertinggi.

4.    Pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000:24). Aktif dimaksudkan bahw a dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian  rupa sehingga siswa aktif  bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif siswa dalam membangun pe ngetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima ceramah guru tentang pengetahuan, sehingga jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan pada  siswa untuk berperan aktif maka pembelajaran tersebut berten tangan dengan hakikat belajar.
Peran aktif siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu  untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Seseorang bisa dikatakan kreatif apabila ia secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif, yaitu hasil yang asli/orisinal dan sesuai dengan keperluan (Izhab Hassoubah, 2004:50). Kreatif itas siswa bisa dilihat pada kemampuannya dalam mengajukan pertanyaan maupun  menjawab pertanyaan. Selain itu kreatifitas siswa juga bisa dilihat  dari kecekatannya dalam mengikuti proses belajar mengajar di dala m kelas. Kreatif juga dimaksudkan guru D.   Pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000:24). Aktif dimaksudkan bahw a dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian  rupa sehingga siswa aktif  bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif siswa dalam membangun pe ngetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima ceramah guru tentang pengetahuan, sehingga jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan pada  siswa untuk berperan aktif maka pembelajaran tersebut berten tangan dengan hakikat belajar.

Peran aktif siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu  untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Seseorang bisa dikatakan kreatif apabila ia secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif, yaitu hasil yang asli/orisinal dan sesuai dengan keperluan (Izhab Hassoubah, 2004:50). Kreatif itas siswa bisa dilihat pada kemampuannya dalam mengajukan pertanyaan maupun  menjawab pertanyaan. Selain itu kreatifitas siswa juga bisa dilihat  dari kecekatannya dalam mengikuti proses belajar mengajar di dala m kelas. Kreatif juga dimaksudkan guru mampu memilih materi yang akan diberikan kepada siswa agar materi yang
diberikan bisa sesuai dengan kemampuan  siswa, memilih metode pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman siswa  tentang materi yang diberikan dan memilih media yang tepat untuk memperlancar proses pembelajaran serta mampu menentukan evaluasi yang tepat unt uk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan.

Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang membuat siswa senang sehingga siswa memusatkan perh atiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya  (time on task)  tinggi. Tingginya waktu curah akan meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidaklah efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif maka pembelajaran tersebut tidak ubahnya seperti bermain biasa (Muslim, 2001).

Muslim (2001) mengemukakan pengertian PAKEM dari dua dimensi yaitu  dimensi guru dan dimensi siswa.
1.  Dari dimensi guru:
a.   dalam proses belajar mengajar guru  aktif dalam memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan siswa,

b.   guru harus kreatif dalam mengemb angkan kegiatan yang beragam, membuat alat bantu atau media pembelajaran,

c.   pembelajaran efektif jika guru dapat mencapai tujuan pembelajaran,
d.   agar pembelajaran menyenangkan guru harus bisa mengemas materi agar lebih mudah dipahami siswa, men ggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
2.  Dari dimensi siswa:
a.   siswa harus aktif dalam bertanya, mengemukakan gagasan, mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya,
b.   siswa kreatif dalam menulis /mer angkum, merancang atau membuat sesuatu dan menemuakan seseatu yang baru bagi diri siswa,
c.   keefektifan siswa bisa dilihat dari penguasaan ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa,
d.   pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa berani mencoba atau berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan gagasan, berani
mempertanyakan gagasan orang lain.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP 2 GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

ABSTRAK

Istianah. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual. Jurusan Matematika Universitas Negeri semarang.

Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari. Peserta didik kelas IX SMP 2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Continue reading