BUDIDAYA TANAMAN LADA (Piper nigrum Linn) SECARA VELTKULTUR

Lada (Piper nigrum Linn) merupakan tanaman rempahrempah yang berasal dari Ghat Barat, India. Sekarang banyak ditanam di Indonesia, lebih dari 80% hasil lada Indonesia merupakan komoditas ekspor. Agar dapat bersaing di pasaran dunia, peningkatan kuantitas dan kualitas produksi lada menjadi tuntutan utama. Usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi lada nasional antara lain dilakukan dengan strategi pemanfaatan potensi sumber daya dan pengembangan usaha tani lada.

Lada atau merica merupakan salah satu komoditas perdagangan dunia. Berdasarkan perkiraan tahun 1980, kebutuhan lada dunia pada tahun 2000 mencapai 280.000 ton, dengan asumsi konsumsi rata-rata 70 g per kapita per tahun. Pada waktu yang akan datang, permintaan (konsumsi) lada cenderung meningkat, sehingga lada memiliki prospek yang sangat baik. Lada yang dikenal dengan sebutan The King of Spice (Raja Rempah-Rempah) telah menjadi mata dagangan antar Negara (Rukmana, 2003).

Produksi lada Indonesia mempunyai segmen pasar di dalam maupun luar negeri. Pasar dalam negeri menyerap 10% dari total produksi lada nasional. Pasar dunia (luar negeri) memiliki daya serap tinggi dan cenderung terus meningkat, sehingga sebagian besar lada Indonesia diarahkan untuk ekspor. Dari tahun 1994 hingga 1998, ekspor lada Indonesia mengalami fluktuasi (naikturun).

Manfaat lada yang utama adalah sebagai bumbu masak yang bisa membuat rasa masakan menjadi sedap, beraroma merangsang, dan menghangatkan badan. Karenanya di Indonesia lada digunakan bumbu khusus masakan-masakan peningkat gairah. Sementara itu di India yang masyarakatnya dikenal sangat menyukai masakan berbumbu lada, sehingga hampir sebagian besar produksi lada mereka untuk konsumsi dalam negeri. Selain untuk bumbu masak, lada bersama beberapa rempah lain dan umbiu-mbianjuga digunakan sebagai bahan ramuan jamu tradisional.

Lada terutama lada hitam, sering pula disuling untuk diambil minyaknya. Minyak lada dengan aroma wangi yang khas ini dipergunakan untuk bahan campuran minyak wangi (Sutarno dan Agus Andoko, 2005).

Karena kebutuhan lada akan zat hara cukup tinggi, maka pada tanah-tanah yang agak subur sering dicapai produksi yang memuaskan, walaupun tanpa disertai pengetahuan dan pengalaman. Tetapi di tanah yang subur seperti tanah alluvial di daratan Asia Tenggara, kadangkadang terdapat banyak tempat yang merupakan sarangsarang nematoda, dan fungi (cendawan) yang berbahaya bagi tanaman lada. Karena itu bagi petani lada yang sudah berpengalaman, lebih menyukai menanam lada pada tanah yang relative miskin, yang keasamannya sudah sangat berkurang. Tanahtanah demikian memerlukan teknik pengolahan yang cukup, serta perlu adanya penambahan zat-zat hara (Anonim, 1980).

Indonesia mempunyai potensi dan peluang besar untuk tetap memprioritaskan pengembangan lada untuk sasaran ekspor. Produksi lada nasional terbesar berasal dari Lampung, Bangka, dan Bengkulu (Sumatra). Selain itu, tanaman lada juga terdapat di Kalimantan Barat dan mulai ditanam di beberapa daerah lain di wilayah Nusantara. Tanaman lada sudah diusahakan oleh masyarakat Indonesia sejak lama.

Namun, usaha tani lada di Indonesia masih menggunakan teknik budi daya tradisional sehingga kuantitas dan kualitas produksinya belum maksimal. Pada masa yang akan datang, pengembangan usaha tani lada yang ideal harus berorientasi komersial yang dikelola dalam bentuk perkebunan besar swasta. Ditinjau dari aspek teknis, pengembangan usaha tani lada secara komersial akan mampu menyerap teknologi baru. Ditinjau dari aspek sosial, pengembangan usaha tani lada secara komersial akan menimbulkan kegiatan ekonomi baru sehingga dapat mengurangi masalahmasalah kependudukan, terutama pengangguran.

About these ads

5 responses to “BUDIDAYA TANAMAN LADA (Piper nigrum Linn) SECARA VELTKULTUR

  1. Terimakasih atas tulisan tentang Lada ini, alangkah banyak manfaatnya apabila penulis bersedia menulis tentang budidaya tanaman Lada mulai dari pembibitan hingga pasca panen.

  2. Saya sangat senang membaca artikel ini karena memberikan saya informasi tentang teknik budidaya lada yang baik namun alangkah baiknya ada daftar pustaka juga yang ditulis karena diartikel saudara mencantumkan beberapa kutipan penulis lain.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s